Opini . 19/09/2026, 09:47 WIB
Pemerintah perlu memastikan pemuda memiliki akses terhadap pendidikan yang relevan, keterampilan, pekerjaan, kewirausahaan, serta ruang untuk berolahraga dan berkreativitas. Pencegahan tidak cukup dilakukan dengan melarang, tetapi juga dengan menyediakan pilihan hidup yang produktif. Program kepemudaan harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata, memiliki sasaran yang jelas, dan dievaluasi secara berkelanjutan.
Organisasi keagamaan dan kepemudaan memiliki peran penting dalam membangun lingkungan sosial yang sehat. Masjid, pesantren, kampus, organisasi mahasiswa, dan komunitas pemuda harus menjadi ruang pembinaan yang terbuka, inklusif, dan relevan dengan persoalan generasi saat ini.
Pembinaan tidak cukup melalui nasihat moral. Pemuda membutuhkan pendampingan, ruang diskusi, dukungan sebaya, kegiatan sosial, serta akses terhadap bantuan ketika menghadapi persoalan pribadi maupun sosial.
Dalam perspektif Islam, menjaga generasi merupakan bagian dari upaya menjaga kemaslahatan umat. Larangan terhadap khamr dan maisir sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Ma'idah ayat 90–91 mengandung pesan tentang perlindungan akal, harta, kehidupan sosial, dan kemaslahatan manusia.
Nilai tersebut seharusnya tidak berhenti pada penyampaian larangan, tetapi diterjemahkan menjadi gerakan sosial yang nyata. Pemuda yang menghadapi kecanduan, tekanan ekonomi, atau persoalan sosial membutuhkan dukungan dan pendampingan, bukan semata-mata stigma dan penghakiman.
Pembangunan nasional yang berkelanjutan membutuhkan generasi muda yang mampu berpikir kritis, bekerja produktif, berinovasi, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Karena itu, pemuda harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan.
Pemerintah perlu membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi pemuda dalam perumusan kebijakan dan evaluasi pembangunan kepemudaan. Organisasi mahasiswa dan kepemudaan juga harus berani mengambil peran dalam mengawal kebijakan publik dan menghadirkan solusi terhadap persoalan masyarakat.
Indonesia tidak kekurangan anak muda. Tantangan terbesar kita adalah memastikan generasi muda memiliki kualitas, kesempatan, dan lingkungan yang memungkinkan mereka berkembang.
Narkoba dan judi online bukan sekadar persoalan moral individu, melainkan ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia dan masa depan pembangunan. Karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi antara negara, keluarga, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat.
Bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila jumlah penduduk usia produktif diikuti peningkatan kualitas manusia, perluasan kesempatan kerja, penguatan karakter, serta lingkungan sosial yang sehat.
Membangun pemuda berarti membangun masa depan bangsa. Sebab, bonus demografi bukan hanya tentang berapa banyak anak muda yang dimiliki Indonesia, tetapi tentang berapa banyak dari mereka yang berhasil kita pastikan tidak kehilangan masa depannya. *
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id