Catatan Dahlan Iskan . 19/09/2026, 05:38 WIB
Oleh: Dahlan Iskan
Kalau saja Presiden Donald Trump punya jenggot, kebakaran hutan itu pindah ke jenggot Trump: Kanada, tetangga sebelah rumah Amerika akan menjadi anggota Uni Eropa.
Memang aneh. Mark Carney, perdana menteri Kanada terlihat duduk di ruang sidang Parlemen Eropa. Anda sudah tahu di mana gedung Parlemen Eropa: di Strasbourg, Prancis. Kota kecil itu tepat di perbatasan antara Prancis-Jerman. Karena itu selama perang Eropa kota ini silih berganti negara pemiliknya.
Ada sidang tahunan Parlemen Eropa 16 September kemarin. Dalam pidatonyi, Ketua Parlemen Eropa Ursula von der Leyen akan membuka pintu bagi Kanada untuk menjadi associate member Uni Eropa. Tepuk tangan pun bergemuruh dari seluruh penjuru ruang sidang. Para anggota parlemen berdiri. Bertepuk. Lama sekali.
Van der Leyen pun menyalami Carney. Cipika-cipiki. Tepuk tangan kembali bergemuruh.
Maka tiba giliran parlemen mempersilakan Carney berpidato. Di saat Carney melangkah ke podium dari ruang sidang terdengar teriakan yel-yel yang biasa terdengar di saat Trump menuju podium: USA! USA! USA!
Mendengar itu Carney tersenyum. Bahkan ia tidak bisa menahan senyumnya menjadi tawa kecil. Nada tawanya pun seirama dengan maksud teriakan yel tadi: satire!
Carney menerima baik usulan Von der Leyen itu. Rupanya Carney juga pernah menginginkan agar hubungan Kanada dengan Uni Eropa bisa meningkat sampai ke status "hubungan yang unik".
Hubungan unik itu selama ini terjadi antara Kanada dengan Amerika Serikat. Kedua negara sampai sudah seperti tanpa perbatasan. Ekonomi Kanada pun 70 persennya tergantung Amerika.
Sejak Trump menjabat periode keduanya hubungan unik itu lenyap. Trump menganggap Kanada lebih banyak memanfaatkan Amerika. Trump mengubah status unik itu. Kanada diperlakukan seperti negara lainnya. Termasuk pengenaan bea masuk bagi barang Kanada yang dikirim ke Amerika.
Kanada pun membalas: tit-for-tat. Singkatnya hubungan kedua negara memburuk. Carney tidak mau tunduk ke Trump. Tidak takut sama sekali. Carney lantas sibuk mencari hubungan khusus dengan banyak negara. Termasuk Tiongkok. Negara-negara Arab. Tentu juga Eropa.
Yang menarik, istilah "associate member" tidak ada dalam statuta Uni Eropa. Yang ada adalah: anggota atau bukan anggota. Kini ada 27 negara yang menjadi anggota UE --setelah Inggris keluar saat Brexit. Respons anggota parlemen Eropa begitu positif atas keanggotaan Kanada. Mungkin saja akan diadakan statuta khusus untuk itu. Associate Member artinya anggota asosiasi. Tapi dalam term ini mungkin saja yang dimaksudkan adalah "anggota istimewa".
Seandainya Kanada benar-benar menjadi anggota istimewa UE, apa yang didapat Kanada?
Sebenarnya sudah ada contohnya: Norwegia. Di antara negara Skandinavia hanya Norwegia yang tidak menjadi anggota EU. Waktu referendum dulu rakyat Norwegia tidak setuju. Tapi ekonomi Norwegia sudah seperti anggota EU. Lalu-lintas barang dan orang --dari Norwegia ke negara anggota EU dan sebaliknya-- hampir tidak ada bedanya. Untuk itu Norwegia perlu punya perjanjian khusus dengan EU. Namanya EEA: European Economic Area. Peraturan-peraturan di dalam negeri Norwegia diubah agar sama dengan di EU.
Bedanya Norwegia punya bea cukai di perbatasannya. Norwegia juga bisa punya perjanjian dagang sendiri dengan negara di luar EU. Juga punya mata uang sendiri.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id