Catatan Dahlan Iskan . 19/09/2026, 05:38 WIB

Anggota Istimewa

Penulis : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

Mungkin saja status Kanada akan seperti Norwegia: anggota istimewa tanpa EEA.

Kalau itu terjadi EU ternyata menjadi sangat fleksibel. Di sana ada negara bernama Swiss. Bukan anggota. Tidak punya EEA. Tapi begitu banyak perjanjian khusus antara EU dan Swiss sampai seolah negara itu sudah menjadi anggota EU.

Saya tidak bisa membayangkan kalau Amerika sudah tidak dipimpin Trump lagi. Terutama kalau presidennya ganti dari Demokrat. Apakah presiden baru itu akan bisa memperbaiki kerusakan yang sudah dibuat oleh presiden lama.

Di luar itu masih ada KTT BRICKS yang juga baru saja selesai di India. Semua kepala pemerintahan hadir. Terlihat kian kompak. Kian punya peran alternatif di luar superpower Amerika.

Yang unik di KTT BRICKS adalah: Presiden Iran hadir. Salah satu musuhnya pun hadir: Uni Emirat Arab. Keduanya berada di satu ruangan. Bahkan bisa berunding secara khusus di luar acara BRICKS. India berhasil melaksanakan pertemuan bilateral antara Iran dan UEA.

Hasil bilateral itu sangat memberi harapan dunia --meski mungkin mengecewakan Trump. Iran-UAE telah bersepakat 'yang lalu adalah yang lalu'. Mereka sepakat melupakannya.

Trump tidak kebakaran jenggot --hanya karena tidak memilikinya. Amerika tetap negara yang terbesar di dunia --termasuk utangnya. (Dahlan Iskan) 

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id