Internasional . 16/09/2026, 13:38 WIB

Jepang Makin Menua, 107 Ribu Penduduknya Telah Berusia di Atas 100 Tahun

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Jepang mencatat tonggak demografi baru setelah jumlah penduduk yang berusia 100 tahun atau lebih menembus 107.677 orang. Angka itu menjadi yang tertinggi di dunia dan menandai pertama kalinya negara tersebut memiliki lebih dari 100 ribu centenarian, sebutan bagi orang berusia setidaknya satu abad.

Data Kementerian Kesehatan Jepang menunjukkan sekitar 88 persen kelompok usia tersebut adalah perempuan. Perempuan tertua di Jepang saat ini adalah Kishimoto Fuyo, warga Kota Kyoto berusia 114 tahun. Sementara itu, pria tertua adalah Kato Hikaru dari Kumamoto yang berusia 112 tahun.

Kenaikan jumlah warga berusia sangat lanjut ini memperlihatkan dua sisi Jepang modern. Di satu sisi, negara tersebut berhasil memperpanjang harapan hidup penduduknya melalui kemajuan kesehatan, pola makan, serta kebiasaan hidup aktif. Namun di sisi lain, Jepang menghadapi tekanan besar akibat rendahnya angka kelahiran dan menyusutnya jumlah penduduk usia produktif.

Dari 153 Orang Menjadi Lebih dari 107 Ribu Orang

Jepang mulai mencatat jumlah penduduk berusia 100 tahun ke atas pada 1963. Saat itu, hanya ada 153 orang dalam kelompok usia tersebut. Angkanya kemudian melampaui 1.000 orang pada 1981, menembus 10 ribu orang pada 1998, dan kini sudah mencapai lebih dari 107 ribu orang.

Perubahan ini berlangsung dalam waktu sekitar enam dekade. Pertambahan jumlah lansia berusia sangat tua tidak hanya mencerminkan keberhasilan layanan kesehatan, tetapi juga perubahan struktur penduduk Jepang secara menyeluruh.

Menteri Kesehatan Jepang Kenichiro Ueno menyatakan dirinya “gembira bahwa begitu banyak orang hidup panjang, sehat, dan aktif.” Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan kemajuan bidang kedokteran serta teknologi. Namun, pemerintah juga harus memikirkan keberlanjutan sistem jaminan sosial ketika jumlah lansia terus meningkat, sedangkan jumlah kelahiran baru justru melemah.

Pola Makan dan Aktivitas Harian Diduga Berperan

Panjang umur penduduk Jepang tidak dapat dijelaskan oleh satu faktor tunggal. Para ahli umumnya mengaitkannya dengan gabungan pola makan, aktivitas fisik sehari-hari, akses layanan kesehatan, serta kebiasaan sosial yang membantu lansia tetap bergerak dan terhubung dengan lingkungan.

Pola makan tradisional Jepang banyak mengandung ikan, sayuran, nasi, kacang-kacangan, dan makanan berbasis kedelai. Komposisi tersebut cenderung memiliki kandungan lemak jenuh lebih rendah dibandingkan pola makan yang banyak mengandalkan daging olahan dan makanan ultra-proses.

Kebiasaan hidup aktif juga terlihat dalam rutinitas sederhana. Banyak warga lanjut usia di Jepang tetap berjalan kaki, memakai angkutan umum, bersepeda, atau melakukan peregangan ringan. Aktivitas seperti itu mungkin tampak biasa, tetapi tetap bergerak secara teratur diketahui berperan penting dalam menjaga kekuatan otot, keseimbangan tubuh, kesehatan jantung, dan kemampuan menjalani kegiatan mandiri pada usia lanjut.

Meski demikian, usia panjang tidak selalu berarti seseorang terbebas dari penyakit atau kebutuhan perawatan. Meningkatnya jumlah lansia justru membuat kebutuhan layanan kesehatan jangka panjang, fasilitas perawatan, dan tenaga pendamping menjadi semakin besar.

Angka Kelahiran Rendah Menjadi Tantangan Besar

Di tengah rekor usia panjang, Jepang menghadapi masalah demografi yang berlawanan: angka kelahiran sangat rendah. Tingkat fertilitas total Jepang tahun lalu tercatat 1,14 anak per perempuan, jauh di bawah angka sekitar 2,1 yang diperlukan agar populasi dapat menggantikan dirinya sendiri tanpa bergantung pada migrasi.

Penduduk Jepang diperkirakan menyusut menjadi sekitar 87 juta orang pada 2070. Jumlah itu berarti penurunan sekitar 30 persen dari puncak populasi yang pernah mencapai 128 juta orang pada 2008. Saat ini, warga berusia 65 tahun ke atas sudah mencakup sekitar 30 persen populasi dan diproyeksikan mendekati 40 persen pada 2070.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id