Internasional

Remaja 15 Tahun Ditemukan Hidup Setelah Berhari-hari Terapung di Laut Bering

Seorang remaja berusia 15 tahun ditemukan dalam kondisi hidup setelah bertahan selama berhari-hari di perairan dingin Laut Bering, Alaska, Amerika Serikat.

Remaja 15 Tahun Ditemukan Hidup Setelah Berhari-hari Terapung di Laut Bering

Bertahan di Laut dengan Suhu Air Sekitar 10 Derajat Celsius

Adam White, kapten kapal yang membantu menyelamatkan Derek, mengatakan remaja tersebut telah bertahan melewati kegelapan dengan suhu air di sekitar lokasi mencapai sekitar 50 derajat Fahrenheit atau 10 derajat Celsius.

"Itu anak yang sangat tangguh," kata White kepada KTUU-TV.

Menurut White, Derek bahkan masih sempat menjelaskan kondisi kakak dan sepupunya meski tubuhnya menggigil.

Derek mengatakan kakaknya masih berada di bawah perahu yang terbalik. Sementara sepupunya disebut terlepas pada malam sebelum penyelamatan dilakukan.

Keterangan dari ibu Derek, Vina Kulowiyi, menyebut perahu mereka terbalik pada Sabtu. Sejak saat itu, Derek harus bertahan di laut tanpa makanan maupun air minum selama sekitar dua hari.

Kondisi tersebut membuat keselamatannya semakin luar biasa mengingat paparan suhu rendah dapat mempercepat kehilangan panas tubuh.

Mengapa Air Dingin Sangat Berbahaya?

Bertahan di perairan bersuhu sekitar 10 derajat Celsius merupakan situasi yang berbahaya bagi manusia.

Air dapat mengambil panas dari tubuh jauh lebih cepat dibandingkan udara pada suhu yang sama. Karena itu, seseorang yang terendam atau terus-menerus terkena air dingin dapat mengalami penurunan suhu tubuh dengan cepat.

Menurut US National Weather Service, paparan air dingin juga dapat menimbulkan cold shock, yaitu respons tubuh secara tiba-tiba ketika terkena air dingin.

Respons tersebut antara lain dapat berupa tarikan napas tidak terkendali, peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, hingga kesulitan mengendalikan pernapasan.

Setelah berada cukup lama di lingkungan dingin, kemampuan otot juga dapat menurun. Kondisi ini membuat seseorang semakin sulit berenang atau mempertahankan posisi tubuh.

Dalam kasus Derek, keberadaan perahu yang terbalik kemungkinan menjadi faktor penting karena ia dapat berada di atas lambung perahu dan mengurangi paparan langsung tubuh terhadap air.

Prinsip keselamatan di laut memang menekankan pentingnya tetap berada bersama perahu apabila memungkinkan. Sebuah perahu, meskipun terbalik, juga jauh lebih mudah terlihat dari udara dibandingkan seseorang yang hanya mengapung di permukaan laut.

Berita Terkait