Remaja 15 Tahun Ditemukan Hidup Setelah Berhari-hari Terapung di Laut Bering
Seorang remaja berusia 15 tahun ditemukan dalam kondisi hidup setelah bertahan selama berhari-hari di perairan dingin Laut Bering, Alaska, Amerika Serikat.
fin.co.id - Seorang remaja berusia 15 tahun ditemukan dalam kondisi hidup setelah bertahan selama berhari-hari di perairan dingin Laut Bering, Alaska, Amerika Serikat.
Remaja bernama Derek Parker Aghnaanga tersebut ditemukan berada di atas perahu nelayan yang terbalik. Ia menjadi satu-satunya korban yang selamat dalam insiden yang juga melibatkan kakak laki-laki dan sepupunya.
Derek dilaporkan mengalami tanda-tanda hipotermia ketika akhirnya diselamatkan. Namun, ia berhasil bertahan meski harus menghadapi suhu air yang hanya sekitar 10 derajat Celsius serta tidak memiliki makanan dan air minum selama sekitar dua hari.
Berdasarkan laporan BBC yang mengutip Penjaga Pantai Amerika Serikat atau US Coast Guard (USCG), ketiganya berangkat dari St Lawrence Island pada Jumat, 4 September 2026.
Mereka menggunakan perahu nelayan sepanjang sekitar 18 kaki atau 5,5 meter dan dijadwalkan kembali pada Minggu sore.
Namun, perahu tersebut tidak kunjung kembali sehingga operasi pencarian kemudian dilakukan.
Ditemukan Duduk di Atas Perahu Terbalik
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Senin pagi. Awak pesawat US Coast Guard melihat Derek berada di atas lambung perahu yang sudah terbalik di tengah laut.
Sebuah kapal yang berada tidak jauh dari lokasi kemudian bergerak untuk memberikan pertolongan dan menarik remaja tersebut ke tempat yang aman.
Kapal yang sama juga menemukan jasad dua kerabat Derek yang tidak berhasil selamat.
Laksamana Muda Bob Little, komandan Arctic District US Coast Guard, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan masyarakat yang terdampak tragedi tersebut.
Baca Juga
"Hati kami bersama keluarga, teman, dan masyarakat yang terdampak oleh kehilangan tragis dua pelaut ini," kata Little, sebagaimana dikutip BBC.
Menurut US Coast Guard, Derek menunjukkan tanda-tanda hipotermia ketika ditemukan.
Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh turun ke tingkat yang membahayakan karena tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuan tubuh menghasilkan panas.
Kondisi tersebut menjadi ancaman serius ketika seseorang berada dalam lingkungan dengan suhu rendah, terlebih jika pakaian dan tubuh terkena air.