Ragam . 13/09/2026, 09:37 WIB
“Kami sampaikan kepada Bapak/Ibu sekalian, bahwa kita tidak mengadakan lagi STQ. Karena itu demi untuk syiar, maka Kementerian Agama memutuskan bahwa setiap tahun kita tidak melakukan STQ, tapi yang kita lakukan adalah MTQ,” tegas Menag.
Selaku tuan rumah, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan bahwa MTQ tidak hanya berkaitan dengan kompetisi membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, tetapi menjadi ruang kebersamaan masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Menurutnya, kehadiran para pimpinan daerah dan kafilah dari berbagai wilayah menunjukkan dimensi kebersamaan dalam penyelenggaraan MTQ.
Ini adalah kali kedua Jawa Tengah menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ tingkat Nasional. Jawa Tengah menjadi tuan rumah MTQ Nasional kali pertama 47 tahun lalu, tepatnya pada 1979.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Nasional sekaligus Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad melaporkan bahwa rangkaian MTQ Nasional XXXI dipersiapkan melalui kerja sama Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, LPTQ, Kantor Wilayah Kementerian Agama, pemerintah daerah, dewan hakim, serta panitia pusat dan daerah.
Dia berharap, MTQ Nasional tidak berhenti pada kompetisi, tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan kecintaan terhadap Al-Qur’an dengan pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan, sekaligus memperkuat persaudaraan dan persatuan masyarakat Indonesia.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id