Ragam . 10/09/2026, 17:30 WIB

Menembus Medan Berat Sebatik, Kisah AO PNM Dampingi Pengusaha Rumput Laut Tumbuh Bersama Holding Ultra Mikro

Penulis : Sahroni
Editor : Sahroni

fin.co.id - Perjalanan Fipi Novita Sari sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar membawanya menembus jalur laut dan darat untuk menjangkau para pelaku usaha di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara.

Selama tiga bulan ditempatkan di wilayah tersebut, Novi tidak hanya menghadapi perjalanan dengan perahu dan medan jalan yang berkelok serta berbukit, tetapi juga menemukan cerita tentang para perempuan pelaku usaha rumput laut yang tengah berupaya mengembangkan usaha mereka.

Bagi Novi, perjalanan panjang tersebut menjadi bagian dari tugas untuk memastikan nasabah dapat memperoleh akses pembiayaan sekaligus pendampingan yang mereka butuhkan.

Mayoritas nasabah yang ditemuinya merupakan pelaku usaha rumput laut yang memanfaatkan pembiayaan Mekaar untuk menambah kebutuhan usaha, seperti tali yang digunakan dalam proses budidaya.

Medan yang dilalui pun tidak selalu mudah. Sebagian wilayah Sebatik didominasi perkebunan kelapa sawit dengan jalan yang berkelok dan berbukit.

Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, perjalanan laut juga dapat menjadi lebih menantang karena ombak yang cukup besar.

“Terkadang kami harus mengejar waktu sehingga perjalanan terasa cukup menantang, apalagi ketika banyak kendaraan roda empat yang melintas,” ujar Novi.

Namun, perjalanan tersebut justru mempertemukan Novi dengan berbagai cerita usaha masyarakat di Sebatik. Saat ini, ia mendampingi sekitar 18 kelompok dengan hampir 100 nasabah. Tugasnya dilakukan sejak proses pembiayaan, mulai dari menjelaskan tahapan kepada nasabah hingga memastikan pembiayaan dapat dicairkan.

Dari interaksi tersebut, Novi melihat bagaimana pembiayaan yang diterima nasabah digunakan untuk mendukung aktivitas usaha sehari-hari. Bagi para pelaku usaha rumput laut, tambahan modal antara lain digunakan untuk membeli tali yang menjadi salah satu kebutuhan dalam proses budidaya.

Tidak hanya rumput laut, Novi juga menjumpai nasabah yang menjalankan usaha dari hasil laut lainnya, seperti udang dan kerang tudai.

Dalam sejumlah keluarga, aktivitas usaha tersebut dilakukan bersama. Suami mencari hasil laut di pulau lain, sementara sang istri kemudian menjual hasil tangkapan untuk memperoleh penghasilan.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Novi adalah melihat perubahan pada perempuan yang sebelumnya bekerja sebagai “Mak Betang”, istilah lokal bagi orang yang membantu mengikat rumput laut, termasuk di tempat penjemuran. Setelah memperoleh pembiayaan PNM, sebagian dari mereka mulai mencoba membangun usaha sendiri.

“Jadi, sebelumnya hanya sebagai pekerja, sekarang mereka mulai memiliki usaha sendiri,” kata Novi.

Perjalanan Novi di Sebatik juga membuatnya melihat bahwa usaha rumput laut masyarakat memiliki keterhubungan dengan rantai ekonomi yang lebih luas. Sebagian rumput laut dari Nunukan dikirim ke Sulawesi untuk kemudian masuk ke pabrik pengolahan dan sebagian hasilnya dapat diekspor.

“Biasanya ada juga nasabah di Nunukan yang membuat produk seperti amplang rumput laut. Untuk rumput lautnya sendiri, sebagian dikirim ke Sulawesi. Dari sana, ada pabrik yang kemudian mengolahnya dan sebagian bisa diekspor,” ujar Novi.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id