Internasional . 10/09/2026, 11:54 WIB

Harga Minyak Naik hingga 100 Dolar, Perang Iran Tekan Popularitas Trump dan Partai Republik

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Harga minyak dunia kembali menjadi perhatian setelah menembus 100 dolar AS per barel di tengah eskalasi perang Iran. Kenaikan tersebut bukan sekadar persoalan pasar energi, melainkan telah berkembang menjadi beban politik bagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu pada 3 November.

Trump menyatakan perang Iran kemungkinan baru akan berakhir setelah pemilu paruh waktu. Ia menilai Iran tidak akan mampu bertahan lebih lama dan harga minyak akan turun setelah konflik selesai. Pernyataan itu disampaikan ketika tekanan terhadap pemerintahannya meningkat, terutama karena perang yang telah memasuki bulan ketujuh turut memengaruhi harga bensin, diesel, hingga kebutuhan sehari-hari masyarakat Amerika Serikat.

Pemilu paruh waktu bukan pemilihan presiden. Namun, hasilnya menentukan komposisi Kongres Amerika Serikat. Karena itu, penurunan popularitas presiden dapat berdampak langsung terhadap peluang Partai Republik mempertahankan kendali politik di parlemen.

Kenaikan Harga Minyak Mengubah Konflik Menjadi Isu Domestik

Konflik bersenjata di Timur Tengah biasanya segera memengaruhi harga energi dunia karena kawasan tersebut menjadi jalur penting perdagangan minyak. Situasi kali ini semakin serius setelah fasilitas minyak di sejumlah negara menjadi sasaran serangan, sementara pelayaran tanker di Selat Hormuz ikut terganggu.

Laporan BBC menyebut harga minyak menyentuh 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak Juli. Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan intensifikasi pertempuran dan serangkaian serangan terhadap kapal tanker minyak yang memiliki keterkaitan dengan Iran.

Dampak dari minyak mahal tidak berhenti di pompa bensin. Biaya distribusi barang, transportasi, produksi pangan, hingga pengiriman kebutuhan rumah tangga dapat ikut meningkat. Ketika harga diesel naik, biaya angkutan logistik biasanya ikut terdorong. Kondisi tersebut berpotensi menciptakan efek berantai terhadap harga barang di toko dan pasar.

Bagi masyarakat Amerika Serikat, kenaikan harga bensin merupakan isu yang terasa langsung dalam kehidupan harian. Inilah alasan mengapa perang Iran dapat menjadi masalah politik di dalam negeri, sekalipun konflik berlangsung jauh dari wilayah Amerika Serikat.

Popularitas Trump Tertekan oleh Dampak Ekonomi Perang

Trump sebelumnya memperkirakan perang Iran tidak akan berlangsung lama. Namun, konflik kini telah berjalan sekitar tujuh bulan dan kembali memanas setelah gencatan senjata selama 60 hari secara resmi berakhir bulan lalu.

Dalam pidatonya, Trump mengakui adanya keluhan dari warga mengenai keputusan melanjutkan perang. Ia mengatakan ada masyarakat yang menyampaikan keberatan karena harga bensin meningkat. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dampak ekonomi perang telah masuk ke dalam percakapan publik dan menjadi beban bagi pemerintahannya.

Trump juga mengatakan harga minyak akan turun setelah Amerika Serikat memenangkan perang. Meski demikian, pasar energi tidak hanya bergantung pada pernyataan politik. Harga minyak dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan, keamanan jalur pelayaran, serangan terhadap infrastruktur energi, serta kekhawatiran pasar terhadap konflik yang meluas.

Selama risiko di Timur Tengah masih tinggi, pelaku pasar akan tetap memperhitungkan kemungkinan gangguan pasokan. Situasi itulah yang membuat harga minyak sulit turun secara cepat, terutama ketika kapal tanker dan fasilitas minyak ikut menjadi sasaran serangan.

Partai Republik Menghadapi Risiko pada Pemilu Paruh Waktu

Menjelang pemilu paruh waktu, Partai Republik menghadapi tantangan untuk mempertahankan penguasaan di Kongres. Secara historis, partai yang mendukung presiden petahana kerap kehilangan kursi dalam pemilu paruh waktu. Situasi ekonomi yang memburuk dapat memperbesar risiko tersebut.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id