Ekonomi . 09/09/2026, 20:59 WIB
Selama dua hari, 9–10 September 2026, BNPB dan berbagai mitra akan mengeksplorasi tantangan pada tiga prioritas yang saling berkaitan.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati menyampaikan, tiga prioritas tersebut akan mendiskusikan mengenai integrasi arsitektur.
Prioritas pertama menegaskan pentingnya memperkuat pendekatan pelibatan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat sehingga institusi-institusi dapat bekerja sama, bukan sekadar berjalan sendiri-sendiri.
“Kedua, menyelaraskan modal. Prioritas pada upaya pendanaan iklim, pendanaan risiko bencana, dan pendanaan pembangunan dapat dikoneksikan dengan lebih baik untuk mendukung ketangguhan jangka panjang yang berorientasi pada pencegahan,” ujar Raditya.
Prioritas ketiga adalah mewujudkan resiliensi berkelanjutan. Komitmen global dan strategi nasional perlu diterjemahkan ke dalam aksi yang dipimpin secara lokal, dipercaya oleh masyarakat, dan mampu menghasilkan pencapaian yang terukur.
“Ini bukanlah tantangan abstrak. Ini adalah tantangan yang menentukan apakah kebijakan resiliensi benar-benar membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat,” ujar Deputi BNPB Raditya Jati.
Lebih lanjut Raditya menambahkan, GFSR ke-3 memberikan kesempatan untuk mendokumentasikan kemajuan, mengkaji kesenjangan yang masih ada, dan menerjemahkan pengalaman dua puluh tahun terakhir menjadi strategi yang dapat ditindaklanjuti untuk generasi ketangguhan berikutnya.
ADEXCO 2026 Hadirkan Inovasi dan Teknologi Manajemen Bencana
Bersamaan dengan GFSR ke-3, ajang inovasi, teknologi, dan industri tersaji dalam pameran dan konferensi manajemen bencana dan perlindungan sipil Asia, ADEXCO 2026.
Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, industri, pengembang teknologi, praktisi, akademisi, masyarakat sipil, dan mitra internasional.
Pameran ini mencakup berbagai solusi di seluruh siklus manajemen bencana, mulai dari kesiapsiagaan dan tanggap darurat hingga pemulihan.
“Kami sangat bahagia melihat partisipasi yang terus meningkat tahun ini, dengan 152 perusahaan peserta pameran dari sembilan negara, yang menunjukkan peningkatan minat terhadap teknologi dan solusi manajemen bencana. Namun, kita harus ingat bahwa teknologi bukanlah tujuan akhir dari segalanya,” pesan Deputi.
Melalui GFSR ke-3 dan ADEXCO 2026 ini, BNPB mengajak semua pihak untuk memanfaatkan empat hari penyelenggaraan untuk bertukar pikiran, membangun koneksi, dan menginisiasi aksi nyata.
“Mari kita perkuat kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta, antara peneliti dan praktisi, serta antara pengetahuan internasional dan pengalaman lokal,” tambahnya.
ADEXCO 2026 diselenggarakan sebagai bagian dari Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 dengan tema “Sustainability for Industrial Transformation”.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id