Pesawat Kargo Amazon Keluar Landasan, Tewaskan 5 Orang
Pesawat kargo yang dioperasikan untuk Amazon Air mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara Internasional Miami, Amerika Serikat, pada Minggu, 6 September
Levine Cava menyebut tim penyelamat tiba di lokasi hanya dalam hitungan detik setelah kecelakaan terjadi. Menurutnya, perhatian pemerintah daerah saat ini diarahkan kepada keluarga korban, orang-orang yang terluka, serta proses penanganan darurat.
Operasional Bandara Miami Sempat Dihentikan
Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat atau FAA memerintahkan penghentian seluruh pergerakan pesawat di Bandara Internasional Miami sesaat setelah kecelakaan. Seluruh landasan dan jalur pergerakan pesawat sempat ditutup agar petugas dapat menangani api, mengevakuasi korban, dan mengamankan kebocoran bahan bakar.
Penutupan tersebut menyebabkan gangguan besar pada penerbangan di tengah akhir pekan Hari Buruh, salah satu periode perjalanan tersibuk di Amerika Serikat.
Lebih dari 160 penerbangan dilaporkan dibatalkan dan hampir 325 penerbangan lainnya mengalami keterlambatan. Sejumlah penerbangan yang seharusnya mendarat di Miami dialihkan ke bandara lain, termasuk Bandara Internasional Orlando.
Dua dari empat landasan di Bandara Internasional Miami kemudian dibuka kembali pada Minggu malam. Meskipun demikian, penumpang tetap diminta memeriksa status penerbangan kepada maskapai masing-masing karena dampak kecelakaan diperkirakan berlanjut.
Bandara Internasional Miami merupakan salah satu pusat penerbangan tersibuk di Amerika Serikat. Bandara tersebut menjadi pintu utama penerbangan menuju Amerika Latin dan kawasan Karibia serta menangani volume pengiriman barang internasional yang sangat besar.
Penyebab Kecelakaan Belum Diketahui
Penyebab pesawat melampaui ujung landasan belum dapat dipastikan. Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat atau NTSB telah mengirimkan tim investigasi ke Miami untuk memeriksa kecelakaan tersebut.
Tim penyelidik akan mengumpulkan rekaman komunikasi, data penerbangan, informasi cuaca, kondisi landasan, catatan perawatan pesawat, serta tindakan awak selama proses pendaratan. Posisi pesawat ketika pertama kali menyentuh landasan juga menjadi salah satu unsur penting dalam penyelidikan kecelakaan keluar landasan.
Data Flightradar24 menunjukkan pesawat masih bergerak dengan kecepatan sekitar 112 knot atau 207 kilometer per jam ketika meninggalkan bagian landasan yang dapat digunakan. Namun, data tersebut belum cukup untuk menentukan penyebab kecelakaan.
Pada saat kejadian, wilayah Miami dilaporkan mengalami badai petir ringan dan angin berembus kencang. Kecepatan hembusan angin disebut mencapai sekitar 48 kilometer per jam. Belum diketahui apakah cuaca berperan langsung dalam kecelakaan tersebut.
Baca Juga
Secara ilmiah, kecelakaan pesawat yang melampaui landasan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya adalah titik pendaratan yang terlalu jauh, kecepatan yang tinggi, arah angin, permukaan landasan yang basah, gangguan pada sistem pengereman, penggunaan pembalik daya dorong, serta keputusan awak pesawat.
Karena faktor-faktor tersebut saling berkaitan, kondisi cuaca atau usia pesawat tidak dapat langsung dianggap sebagai penyebab sebelum pemeriksaan teknis selesai dilakukan.