Internasional

Bukan Tanda Kiamat Ekonomi, Ini Alasan Negara-negara Eropa Pindahkan Cadangan Emas Mereka

Sejumlah negara Eropa mulai mengatur ulang lokasi penyimpanan cadangan emasnya di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi

Bukan Tanda Kiamat Ekonomi, Ini Alasan Negara-negara Eropa Pindahkan Cadangan Emas Mereka
Emas, Ilustrasi: DALL·E 3

Jerman juga pernah menjalankan program pemindahan emas dalam skala besar. Bundesbank memindahkan lebih dari 216 ton emas dari lokasi penyimpanan di luar negeri dalam program yang berakhir pada 2016. Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 111 ton dari New York dan 105 ton dari Paris.

Penyimpanan emas di luar negeri mempunyai latar belakang sejarah. Pada masa Perang Dingin, sejumlah bank sentral Eropa menempatkan sebagian emasnya di New York untuk melindungi aset tersebut dari risiko konflik di Eropa.

Strategi itu kini kembali dievaluasi. Ancaman modern tidak hanya berbentuk perang konvensional, tetapi juga sanksi ekonomi, pembatasan perdagangan, gangguan sistem pembayaran, dan memburuknya hubungan diplomatik.

Dengan menyebarkan emas di beberapa lokasi, bank sentral dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu negara atau satu pusat keuangan.

Bank Sentral Dunia Semakin Banyak Membeli Emas

Perhatian terhadap lokasi penyimpanan meningkat seiring bertambahnya pembelian emas oleh bank-bank sentral. Dalam empat tahun terakhir, bank sentral secara global mengakumulasi rata-rata sekitar 1.000 ton emas per tahun.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan rata-rata sekitar 500 ton per tahun pada dekade sebelumnya. Tren pembelian emas sebenarnya telah menguat sejak krisis keuangan global.

Emas dipandang sebagai aset aman karena jumlahnya terbatas, diterima secara internasional, dan tidak mempunyai risiko gagal bayar seperti surat utang. Logam mulia ini juga kerap digunakan sebagai pelindung nilai saat inflasi meningkat atau kepercayaan terhadap mata uang melemah.

Riset Charles Schwab menunjukkan harga emas selama sekitar setengah abad meningkat jauh lebih cepat dibandingkan Indeks Harga Konsumen Amerika Serikat. Namun, emas tetap memiliki risiko karena harganya dapat turun atau berfluktuasi dalam jangka pendek.

Kenaikan permintaan dari bank sentral menjadi salah satu faktor yang mendukung tingginya harga emas. Semakin banyak negara membeli dan mempertahankan emas sebagai cadangan, semakin kuat pula perannya dalam sistem keuangan dunia.

Menyimpan Emas di Dalam Negeri Juga Memiliki Kekurangan

Membawa seluruh cadangan emas pulang bukan pilihan yang selalu paling efisien. Penyimpanan domestik membutuhkan ruang berkeamanan tinggi, sistem audit, perlindungan asuransi, dan biaya operasional yang tidak kecil.

Bagi bank sentral berukuran kecil, biaya tersebut dapat terlalu besar jika dibandingkan dengan jumlah emas yang disimpan. Karena itu, banyak negara tetap mempercayakan sebagian cadangannya kepada lembaga besar seperti Bank of England atau Federal Reserve Bank of New York.

Strategi yang dinilai lebih seimbang adalah menyebarkan cadangan emas ke beberapa lokasi. Sebagian disimpan di dalam negeri untuk menghadapi keadaan darurat, sedangkan sisanya ditempatkan di pusat perdagangan internasional agar mudah digunakan.

Penutup

Berita Terkait