Detektor Bawah Tanah di AS Tangkap Sinyal yang Diduga Berasal dari Materi Gelap
Para ilmuwan menangkap sebuah sinyal langka di laboratorium bawah tanah Amerika Serikat yang diduga berkaitan dengan materi gelap. Temuan tersebut belum bisa
Cara Kerja Detektor LUX-ZEPLIN
Eksperimen LUX-ZEPLIN menggunakan xenon cair sebagai medium utama untuk mencari jejak tumbukan partikel. Xenon ditempatkan dalam ruang deteksi yang dilengkapi sensor cahaya sangat peka.
Apabila partikel dari luar menumbuk atom xenon, tumbukan itu dapat menghasilkan kilatan cahaya sangat kecil dan sinyal listrik. Dengan menganalisis karakter sinyal tersebut, ilmuwan berusaha membedakan apakah peristiwa itu berasal dari partikel biasa, radiasi latar, atau kandidat materi gelap.
Detektor LZ ditempatkan hampir 1,6 kilometer di bawah tanah. Lapisan batuan di atasnya berfungsi sebagai pelindung alami terhadap banyak partikel kosmik yang dapat menciptakan sinyal palsu. Meski begitu, gangguan dari radioaktivitas alami pada material, lingkungan sekitar, dan komponen alat masih harus disaring dengan sangat ketat.
Profesor Henning Flaecher, fisikawan partikel eksperimental dari University of Bristol, mengatakan tim telah menghabiskan banyak waktu untuk memeriksa semua penjelasan yang sudah diketahui atas reaksi tidak biasa tersebut. Sejauh ini, belum ada penjelasan yang benar-benar meyakinkan.
Belum Memenuhi Standar Penemuan Ilmiah
Kendati menarik, hasil ini belum dapat dipastikan sebagai penemuan materi gelap. Tingkat signifikansi statistik dari temuan tersebut masih berada pada 2,6 sigma, sedangkan standar yang lazim digunakan dalam fisika partikel untuk menyatakan sebuah penemuan adalah lima sigma.
Secara sederhana, angka sigma digunakan untuk mengukur seberapa kecil kemungkinan sebuah hasil muncul hanya karena kebetulan statistik. Semakin tinggi nilainya, semakin kuat keyakinan bahwa sinyal itu bukan gangguan acak.
Selain itu, temuan ini baru diumumkan dalam konferensi ilmiah di Jepang dan belum melalui proses penelaahan sejawat atau peer review. Proses tersebut penting agar metode, data, dan interpretasi hasil dapat diperiksa secara independen oleh ilmuwan lain.
Profesor Rick Gaitskell dari Brown University mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa materi gelap telah ditemukan. Menurutnya, tim belum mengklaim telah melihat materi gelap, melainkan menemukan sesuatu yang menarik untuk dibagikan kepada komunitas ilmiah.
Penutup
Sinyal yang ditangkap detektor LUX-ZEPLIN belum menjadi jawaban final atas misteri materi gelap, tetapi tetap memiliki nilai ilmiah besar. Temuan tersebut menunjukkan bahwa eksperimen bawah tanah dengan teknologi sangat sensitif kini mampu menyelidiki interaksi partikel yang sebelumnya hampir mustahil diamati.
Jika analisis data berikutnya menemukan peristiwa serupa dan hasilnya dikonfirmasi secara independen, dunia fisika dapat memperoleh petunjuk penting tentang komponen utama alam semesta. Untuk saat ini, sinyal tersebut lebih tepat dipandang sebagai kandidat yang menjanjikan, bukan bukti pasti bahwa materi gelap telah berhasil ditemukan.
Baca Juga
Referensi:
BBC News, Bristol Scientists May Have Found First Evidence of Dark Matter