Sport . 02/09/2026, 14:30 WIB

Bagnaia Berada di Titik Terendah, Terpuruk Bareng Ducati GP26

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

Di Aragon, tanda-tanda kesulitan itu sudah terlihat sejak sesi latihan. Bagnaia hanya menempati posisi ke-13 dalam Practice sehingga harus mengikuti Q1.

Situasi Bagnaia semakin mencolok jika dibandingkan dengan pembalap Ducati lainnya. Marc Marquez justru mampu memenangkan Sprint dan balapan utama di Aragon menggunakan Ducati GP26.

Artinya, persoalan yang dialami Bagnaia tidak bisa semata-mata disimpulkan sebagai kelemahan umum GP26. Kombinasi karakter motor, kebutuhan Bagnaia terhadap grip belakang, pengaturan motor, serta kemampuan mendapatkan rasa percaya diri menjadi bagian penting yang harus dipahami Ducati.

Dalam balap motor modern, grip belakang memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan pembalap berakselerasi dan mengontrol motor ketika keluar dari tikungan. Ketika pembalap tidak mendapatkan umpan balik yang konsisten dari ban belakang, kepercayaan diri untuk membuka gas dapat berkurang.

Masalah seperti ini juga dapat memengaruhi seluruh rangkaian proses berkendara. Pembalap mungkin harus mengubah titik pengereman, kecepatan saat memasuki tikungan hingga cara membuka gas ketika keluar dari tikungan.

Bagnaia Yakin Kemampuannya Belum Hilang

Meski sedang terpuruk, Bagnaia menegaskan bahwa dirinya tidak merasa kehilangan kemampuan yang pernah membawanya menjadi juara dunia MotoGP.

Keyakinan tersebut muncul setelah dirinya membandingkan data dengan pembalap Ducati lainnya.

Bagnaia mengatakan sejumlah hal yang sekarang sulit dilakukannya sebenarnya merupakan sesuatu yang bisa dilakukan dengan mudah beberapa tahun sebelumnya.

Karena itu, ia percaya persoalannya bukan sekadar kehilangan kecepatan sebagai pembalap.

"Itu jelas sesuatu yang saya tahu belum hilang, tetapi sekarang saya tidak bisa tampil seperti yang saya harapkan," kata Bagnaia.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena data telemetri dalam MotoGP modern memungkinkan tim menganalisis secara sangat rinci apa yang dilakukan setiap pembalap.

Tim dapat membandingkan pengereman, bukaan gas, kecepatan di tikungan, penggunaan perangkat elektronik hingga perilaku motor dalam berbagai bagian lintasan.

Data inilah yang dapat membantu Ducati mencari penyebab mengapa Bagnaia mengalami kesulitan besar, sementara beberapa pembalap Ducati lainnya masih mampu tampil kompetitif.

Performa Menurun setelah Jeda Musim Panas

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id