Internasional . 02/09/2026, 14:14 WIB
fin.co.id - Sekitar sepekan setelah bencana banjir besar menerjang kawasan Nepal dan Tibet, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan. Ribuan orang dilaporkan belum ditemukan, sementara jumlah korban meninggal telah melampaui 1.000 orang.
Bencana yang terjadi di kawasan Himalaya tersebut memberikan dampak besar di kedua sisi perbatasan. Nepal menjadi wilayah yang mencatat jumlah korban paling banyak, sedangkan sejumlah kawasan di Tibet yang merupakan bagian dari China juga mengalami kerusakan dan kehilangan korban jiwa.
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa upaya penyelamatan belum sepenuhnya berakhir. Tim gabungan masih mencari korban di daerah yang tertutup lumpur, puing, serta sejumlah fasilitas pembangkit listrik tenaga air yang terdampak.
Berdasarkan perkembangan terbaru yang dilaporkan Reuters pada Rabu, 2 September 2026, sedikitnya 1.114 orang telah meninggal di Nepal akibat bencana tersebut.
Hampir 4.000 orang lainnya di Nepal masih dinyatakan hilang. Angka tersebut membuat operasi pencarian menjadi salah satu yang terbesar dalam bencana alam yang melanda negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, dampak bencana juga dirasakan di Tibet. Sedikitnya 16 orang dilaporkan meninggal dan 546 orang masih belum ditemukan.
Dengan demikian, angka korban yang sering disebut dalam laporan internasional perlu dibedakan antara korban di Nepal dan Tibet. Keduanya merupakan wilayah berbeda yang berbatasan langsung di kawasan Himalaya.
Nepal merupakan negara merdeka di Asia Selatan, sedangkan Tibet adalah wilayah otonom yang menjadi bagian dari China.
Salah satu tantangan terbesar dalam operasi pencarian saat ini berada di sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga air di sepanjang Sungai Trishuli.
Reuters melaporkan sedikitnya 639 pekerja dari lokasi proyek pembangkit listrik masih belum diketahui keberadaannya.
Sebagian pekerja dikhawatirkan berada di jaringan terowongan yang dipenuhi lumpur dan material yang terbawa banjir. Kondisi tersebut membuat proses pencarian jauh lebih sulit dibandingkan operasi penyelamatan di area terbuka.
Laporan Associated Press juga menggambarkan besarnya tantangan tersebut. Sekitar 900 pekerja dari 12 proyek pembangkit listrik tenaga air dilaporkan hilang setelah bencana, dengan sekitar 500 orang dikhawatirkan berada di dalam terowongan.
Perbedaan angka dapat terjadi karena proses pendataan dan pencarian masih berlangsung.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id