Tekno . 01/09/2026, 13:49 WIB
Akibatnya, penyimpanan lokal bukan lagi satu-satunya tempat untuk menyimpan data.
Bagi produsen, perubahan perilaku tersebut semakin memperkecil alasan mempertahankan slot microSD.
Namun, cloud tetap tidak sepenuhnya menggantikan kartu memori. Akses data secara daring bergantung pada internet dan layanan cloud berkapasitas besar biasanya memerlukan biaya tambahan.
microSD sebaliknya menawarkan penyimpanan lokal yang dapat digunakan tanpa koneksi internet dan tanpa biaya berlangganan.
Menariknya, hilangnya microSD dari smartphone tidak berarti teknologinya berhenti berkembang.
SD Association terus mengembangkan standar kartu SD dan microSD dalam hal kapasitas maupun performa.
Application Performance Class, misalnya, dibuat untuk mengukur kemampuan kartu dalam menangani beban kerja aplikasi. A1 mensyaratkan performa random read sedikitnya 1.500 IOPS dan random write 500 IOPS, sedangkan A2 meningkat menjadi 4.000 IOPS untuk random read dan 2.000 IOPS untuk random write.
Standar kapasitasnya juga berkembang sangat jauh. SDXC mencakup kapasitas lebih dari 32 GB hingga 2 TB, sedangkan SDUC secara standar dirancang untuk kapasitas lebih dari 2 TB hingga 128 TB.
Artinya, secara teknis kartu memori masih mempunyai ruang perkembangan yang sangat besar.
Hilangnya slot microSD pada smartphone lebih tepat disebut sebagai keputusan desain dan bisnis daripada akibat teknologi microSD yang tidak lagi mampu mengikuti perkembangan zaman.
Menariknya, slot microSD belum sepenuhnya menghilang dari industri smartphone.
Fitur tersebut masih dapat ditemukan pada sejumlah perangkat kelas entry-level dan menengah.
Alasannya cukup masuk akal.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id