Tekno . 01/09/2026, 13:49 WIB
Ada satu alasan lain yang sangat penting: uang.
Ketika smartphone mempunyai slot microSD, pengguna dapat membeli varian dengan penyimpanan paling kecil kemudian meningkatkan kapasitas sendiri.
Misalnya, pengguna dapat membeli HP 128 GB kemudian menambahkan kartu microSD berkapasitas 512 GB apabila perangkat mendukungnya.
Tanpa slot microSD, pilihan tersebut hilang.
Jika membutuhkan ruang lebih besar, pengguna harus membeli varian 256 GB atau 512 GB sejak awal.
Model bisnis seperti ini memungkinkan kapasitas penyimpanan menjadi bagian dari segmentasi harga.
Produsen dapat menjual perangkat yang pada dasarnya sangat mirip dalam beberapa tingkat harga hanya berdasarkan kapasitas penyimpanannya.
Perbedaan harga antarvarian bahkan tidak selalu mencerminkan biaya tambahan komponen penyimpanan secara langsung. Harga juga dipengaruhi strategi positioning produk dan margin yang ingin diperoleh perusahaan.
Karena itu, menghilangkan microSD mempunyai keuntungan komersial yang jelas.
Produsen tidak hanya menyederhanakan desain perangkat, tetapi juga memiliki kesempatan menjual kapasitas penyimpanan yang lebih besar langsung kepada konsumen.
Cara pengguna menyimpan data juga berubah.
Dahulu koleksi musik, foto, video, dan dokumen umumnya disimpan langsung di HP. Semakin banyak file yang dimiliki, semakin besar pula kebutuhan kartu memori.
Sekarang sebagian fungsi tersebut berpindah ke internet.
Musik dan film banyak dikonsumsi melalui layanan streaming. Foto dapat dicadangkan secara otomatis ke cloud. Dokumen dapat disimpan secara daring dan disinkronkan ke beberapa perangkat.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id