Internasional . 30/08/2026, 13:30 WIB
Ancaman baru juga muncul di Tibet setelah longsor membentuk danau bendungan baru di Sungai Pruqpu Qiang Zangbu. Danau bendungan adalah genangan air yang terbentuk ketika material longsor, batu, tanah, atau es menyumbat aliran sungai.
Media pemerintah China melaporkan longsor baru terdeteksi oleh drone pemantau sekitar 2,8 kilometer di hilir danau bendungan yang sebelumnya telah terbentuk setelah banjir bandang. Tim penyelamat di sekitar Pelabuhan Gyirong kemudian dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Para ahli kini memantau permukaan air dan kestabilan bendungan alami tersebut. Jika material longsor yang menahan air runtuh, air dapat mengalir deras ke hilir dan memicu banjir susulan.
Risiko ini sangat serius di kawasan Himalaya karena lembah-lembah sempit dapat mempercepat laju air dan membawa batu, lumpur, serta puing dalam jumlah besar ke permukiman yang berada jauh dari titik awal longsor.
Bencana ini semula dikira dipicu gempa berkekuatan magnitudo 5,2. Namun, Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS kemudian menyatakan getaran tersebut berasal dari runtuhnya gletser di kawasan Himalaya.
Runtuhan gletser terjadi ketika sebagian atau seluruh massa es pecah dan meluncur ke lembah dengan kecepatan tinggi. Benturan es, batu, dan material gunung dapat menghasilkan energi besar, bahkan tercatat seperti gempa oleh alat seismik.
USGS menyebut material dari peristiwa itu bergerak melalui aliran Sungai Trishuli dan Bhote Koshi hingga sekitar 100 kilometer ke hilir. Banjir membawa lumpur dan batu melewati kota-kota yang banyak didatangi pendaki serta peziarah.
Pemanasan global diketahui mempercepat pencairan gletser, lapisan salju, dan permafrost di Himalaya. International Centre for Integrated Mountain Development mencatat laju hilangnya es di kawasan Hindu Kush Himalaya telah meningkat dua kali lipat sejak tahun 2000.
Pencairan es dapat membuat lereng gunung kehilangan penyangga alaminya. Ketika hujan deras turun, tanah dan batu menjadi semakin tidak stabil, sehingga risiko longsor, runtuhnya gletser, dan banjir bandang dapat meningkat.
Banjir Nepal-Tibet yang telah menewaskan sedikitnya 750 orang menunjukkan betapa berbahayanya kombinasi runtuhnya gletser, longsor, hujan deras, dan topografi pegunungan. Pencarian masih berlangsung, tetapi ribuan orang yang belum ditemukan serta terbentuknya danau bendungan baru membuat risiko bencana susulan tetap tinggi.
Peristiwa ini juga memperkuat bukti ilmiah bahwa perubahan iklim dapat memperbesar kerentanan kawasan pegunungan. Pencairan gletser dan perubahan pola hujan di Himalaya perlu dipantau secara lebih ketat agar sistem peringatan dini, pemetaan jalur evakuasi, serta perlindungan bagi warga dan wisatawan dapat diperkuat.
Referensi: BBC News, United States Geological Survey, International Centre for Integrated Mountain Development, United Nations Nepal
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id