Purbaya Siapkan Skema Baru untuk Whoosh, Dua SMV Kemenkeu Berpeluang Dilibatkan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pengelolaan utang proyek tersebut dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mulai diserahkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sekitar 15 September 2026.
“Sekitar Rp120 triliun untuk tahun ini. Itu yang diputuskan oleh Presiden Prabowo Subianto,” kata Purbaya kepada wartawan di kantornya, Jumat.
Dana tersebut nantinya direncanakan masuk ke pos Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya .
Sebelumnya, dividen perusahaan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN tercatat masuk ke pos PNBP Kekayaan Negara Dipisahkan.
Namun, mekanisme tersebut mengalami perubahan setelah dividen BUMN dialihkan ke Danantara sesuai perubahan aturan mengenai BUMN.
Lebih Tinggi dari Setoran Dividen Sebelumnya
Purbaya menilai rencana setoran Rp120 triliun tersebut menjadi perkembangan positif bagi penerimaan negara.
Sebelum adanya mekanisme pengelolaan melalui Danantara, penerimaan dividen BUMN yang masuk ke pemerintah disebut berada di kisaran Rp90 triliun per tahun.
Jika Danantara mampu menyetorkan sekitar Rp120 triliun, maka jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan penerimaan dividen sebelumnya.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya cuma dapat Rp90 triliun dari dividen. Kalau jadi Rp120 triliun kan bagus, meningkat. Malah pemerintah nggak rugi, pendapatan malah nambah. Saya harap ke depan untungnya lebih besar lagi,” jelas Purbaya.
Menurutnya, peningkatan kontribusi tersebut menunjukkan adanya harapan terhadap kinerja BUMN yang semakin positif.
Pemerintah berharap keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan negara dapat terus meningkat sehingga memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.
Baca Juga
Setoran Danantara Diharapkan Bantu Jaga Defisit APBN
Setoran keuntungan dari Danantara juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap kondisi fiskal pemerintah.
Penerimaan tambahan tersebut dapat membantu pemerintah menjaga pergerakan defisit APBN agar tetap terkendali.
Untuk tahun 2026, pemerintah memproyeksikan defisit APBN mengalami pelebaran.