Lifestyle

Tangan Melemah hingga Mata Buram, Ini Dampak Kebiasaan Main HP pada Tubuh

Ponsel telah menjadi benda yang nyaris tidak pernah jauh dari tangan. Mulai dari membalas pesan, menonton video, bekerja, mencari informasi, hingga bermain game

Tangan Melemah hingga Mata Buram, Ini Dampak Kebiasaan Main HP pada Tubuh
Phone Body, Ilustrasi: DALL·E 3

Kekuatan Tangan Berpotensi Menurun

Kebiasaan bermain HP umumnya membuat tangan melakukan gerakan kecil yang berulang, seperti menggulir layar, mengetik, mengetuk, dan memegang perangkat dalam satu posisi. Pada sebagian orang, kebiasaan ini dapat menyebabkan rasa kaku pada jari, nyeri di pergelangan tangan, atau kesemutan.

Keluhan tersebut dapat muncul akibat penggunaan otot dan tendon secara berulang, terutama bila disertai posisi tangan yang tidak ergonomis. Memegang HP terlalu lama dengan satu tangan juga dapat memberi tekanan pada ibu jari dan jari kelingking.

Selain itu, penggunaan perangkat digital sering berjalan beriringan dengan gaya hidup kurang aktif. Bila waktu yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas fisik, olahraga, atau pekerjaan manual bergeser menjadi duduk sambil menatap layar, kebugaran tubuh secara umum dapat ikut menurun.

Kekuatan genggaman tangan sendiri semakin dipandang sebagai salah satu penanda kondisi fisik dan kesehatan secara keseluruhan. Penurunan kekuatan genggam tidak otomatis disebabkan oleh HP, tetapi minimnya aktivitas fisik dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan.

Melatih tangan dengan aktivitas sederhana, seperti meremas bola latihan, mengangkat beban ringan, berkebun, memasak, atau melakukan pekerjaan rumah, dapat membantu menjaga kekuatan otot tangan dan lengan.

Koordinasi Gerak Halus Perlu Tetap Dilatih

Ponsel dapat melatih kecepatan jari saat mengetik, menggeser layar, atau bermain game. Namun, kemampuan tersebut tidak selalu sama dengan keterampilan motorik halus yang lebih luas, misalnya menulis tangan, menggambar, menggunting, merakit benda, atau memainkan alat musik.

Penelitian pada anak-anak menunjukkan adanya hubungan antara waktu layar yang lebih tinggi dan kemampuan motorik yang lebih rendah. Hubungan ini tidak berarti layar menjadi satu-satunya penyebab, karena lingkungan keluarga, kesempatan bermain, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehari-hari juga berperan besar.

Sebastian Suggate, profesor psikologi perkembangan dan pendidikan dari University of Regensburg, menyebut penggunaan teknologi dapat membuat seseorang lebih terampil dalam aktivitas seperti mengklik dan menggeser layar. Namun, bukti mengenai perkembangan keterampilan motorik yang lebih luas cenderung menunjukkan dampak negatif apabila penggunaan layar menggantikan aktivitas langsung.

Karena itu, aktivitas yang melibatkan tangan secara nyata tetap diperlukan. Menulis, memasak, melukis, berkebun, bermain musik, hingga membuat kerajinan dapat memberi latihan koordinasi antara mata, tangan, dan otak.

Cara Mengurangi Dampak Kebiasaan Main HP

Langkah pencegahan tidak harus berarti berhenti memakai HP sepenuhnya. Yang lebih penting adalah membangun cara penggunaan yang lebih seimbang dan nyaman bagi tubuh.

Posisikan layar sedekat mungkin dengan tinggi mata agar leher tidak terus menunduk. Hindari menggunakan HP dalam posisi membungkuk terlalu lama. Bila bekerja menggunakan laptop atau komputer, gunakan meja dan kursi yang menopang tubuh dengan baik.

Mata juga perlu diberi waktu istirahat. Salah satu cara sederhana adalah mengalihkan pandangan dari layar secara berkala, lalu melihat objek yang jauh selama beberapa saat. Aktivitas di luar ruangan, olahraga rutin, dan tidur cukup juga dapat membantu menjaga kesehatan mata serta kondisi tubuh secara umum.

Berita Terkait