Tangan Melemah hingga Mata Buram, Ini Dampak Kebiasaan Main HP pada Tubuh
Ponsel telah menjadi benda yang nyaris tidak pernah jauh dari tangan. Mulai dari membalas pesan, menonton video, bekerja, mencari informasi, hingga bermain game
fin.co.id - Ponsel telah menjadi benda yang nyaris tidak pernah jauh dari tangan. Mulai dari membalas pesan, menonton video, bekerja, mencari informasi, hingga bermain game, semua bisa dilakukan melalui layar kecil ini. Namun, kebiasaan menggunakan HP dalam waktu lama juga dapat memberi dampak pada kondisi fisik tubuh.
Istilah phone body belakangan digunakan secara populer untuk menggambarkan berbagai perubahan atau keluhan fisik yang berkaitan dengan penggunaan ponsel dan perangkat digital secara berlebihan. Istilah tersebut bukan diagnosis medis resmi. Meski begitu, sejumlah keluhan yang sering dibicarakan, seperti leher pegal, mata lelah, tangan kurang kuat, hingga gangguan koordinasi gerak, memang perlu diperhatikan.
Dampak tersebut tidak selalu terjadi langsung akibat HP semata. Pola hidup kurang bergerak, waktu di luar ruangan yang berkurang, posisi duduk yang buruk, serta durasi menatap layar yang panjang dapat menjadi faktor yang saling berkaitan.
Leher dan Bahu Mudah Tegang karena Sering Menunduk
Salah satu keluhan paling umum adalah nyeri atau ketegangan pada leher, bahu, dan punggung bagian atas. Kondisi ini sering disebut sebagai tech neck atau text neck, yaitu keluhan yang muncul ketika seseorang berulang kali menundukkan kepala untuk melihat layar.
Kepala manusia memiliki bobot yang cukup besar. Saat posisi kepala tegak, beban tersebut ditopang secara lebih seimbang oleh struktur leher. Namun, ketika kepala terus-menerus condong ke depan, otot leher dan bahu harus bekerja lebih keras untuk menahannya.
Kondisi ini dapat memicu rasa pegal, kaku, sakit kepala, hingga postur tubuh yang memburuk bila kebiasaan tersebut terus berlangsung. Penggunaan HP sambil berbaring atau duduk tanpa penopang punggung juga dapat memperbesar ketegangan pada area leher.
Namun, klaim bahwa kebiasaan menunduk saat memakai HP pasti mengubah bentuk tulang leher secara permanen perlu disikapi hati-hati. Bukti ilmiah yang ada lebih kuat dalam menunjukkan kaitan antara postur yang tidak nyaman dengan keluhan nyeri dan ketegangan otot, bukan kepastian bahwa setiap pengguna HP akan mengalami perubahan struktur tubuh.
Mata Cepat Lelah dan Risiko Rabun Jauh
Menatap layar dalam jarak dekat dalam waktu panjang dapat membuat mata terasa kering, perih, lelah, atau pandangan menjadi kabur sementara. Kondisi ini dikenal sebagai digital eye strain atau kelelahan mata digital.
Saat fokus pada layar, seseorang cenderung lebih jarang berkedip. Padahal, berkedip penting untuk menyebarkan air mata ke permukaan mata agar tetap lembap. Akibatnya, mata dapat terasa panas, sepet, dan tidak nyaman, terutama saat berada di ruangan ber-AC atau kurang pencahayaan.
Baca Juga
Penggunaan perangkat digital juga kerap dikaitkan dengan meningkatnya kasus miopia atau rabun jauh. Namun, persoalannya tidak sesederhana karena hanya melihat layar HP. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa berkurangnya aktivitas di luar ruangan merupakan faktor penting dalam perkembangan miopia, terutama pada anak-anak dan remaja.
Profesor optometri Donald Mutti dari Ohio State University menjelaskan bahwa penelitian jangka panjang mengenai perkembangan mata anak tidak menemukan hubungan yang kuat antara aktivitas melihat dekat dengan kemunculan miopia. Namun, waktu yang dihabiskan di luar ruangan terlihat memiliki efek perlindungan bagi mata.
Artinya, masalahnya bukan hanya durasi menggunakan HP, tetapi juga gaya hidup yang membuat seseorang terlalu lama berada di dalam ruangan dan kurang mendapatkan paparan cahaya alami.