Internasional

Nyamuk Pembawa Malaria Diduga Tiba lewat Pesawat, Dua Pekerja Bandara Frankfurt Meninggal Dunia

Dua pekerja Bandara Frankfurt, Jerman, meninggal dunia setelah terinfeksi malaria dalam kejadian langka yang diduga berkaitan dengan nyamuk terinfeksi yang

Nyamuk Pembawa Malaria Diduga Tiba lewat Pesawat, Dua Pekerja Bandara Frankfurt Meninggal Dunia
Ilustrasi Malaria Bandara Frankfurt, Ilustrasi: DALL·E 3

RKI menjelaskan bahwa kejadian semacam ini sangat jarang di Jerman. Nyamuk terinfeksi dapat terbawa di dalam pesawat atau barang bawaan dan kemudian menggigit seseorang di pesawat, kawasan bandara, atau lingkungan di sekitarnya.

Dengan demikian, seseorang secara teori dapat terkena malaria meskipun tidak pernah bepergian ke negara yang memiliki penularan malaria aktif.

Otoritas Kota Frankfurt juga menjelaskan bahwa Jerman dan Eropa pada dasarnya dianggap bebas malaria. Sebagian besar kasus malaria yang ditemukan di Jerman terjadi pada orang yang sebelumnya melakukan perjalanan dari atau ke wilayah tempat malaria masih beredar.

Kasus yang terjadi tanpa riwayat perjalanan karena nyamuk terinfeksi terbawa melalui pesawat atau bagasi merupakan kejadian yang sangat jarang.

Diagnosis Bisa Terlambat karena Tidak Ada Riwayat Perjalanan

Salah satu persoalan penting dalam kasus malaria bandara adalah diagnosis.

Ketika pasien mengalami demam tetapi tidak pernah mengunjungi wilayah endemis malaria, penyakit tersebut mungkin tidak langsung menjadi dugaan utama dokter.

RKI sebelumnya memperingatkan bahwa tidak adanya riwayat perjalanan dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis. Kondisi tersebut penting karena keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko perjalanan penyakit yang berat.

Kasus di Frankfurt diketahui melibatkan Plasmodium falciparum, berdasarkan informasi kesehatan yang diterbitkan terkait klaster tersebut. Parasit ini dapat menyebabkan malaria berat sehingga diagnosis dan pengobatan secara cepat menjadi sangat penting.

Asosiasi Dokter Asuransi Kesehatan Hessen juga meminta tenaga medis memperhatikan kemungkinan malaria pada pasien dengan demam yang tidak dapat dijelaskan apabila mereka bekerja, tinggal, atau memiliki paparan lain di lingkungan Bandara Frankfurt.

Gejala awal tidak selalu terbatas pada demam dan menggigil. Mual, muntah, diare, sakit kepala, dan kelelahan juga dapat muncul sehingga penyakit tersebut pada tahap awal dapat menyerupai sejumlah infeksi lainnya.

Risiko bagi Masyarakat Frankfurt Dinilai Sangat Rendah

Meski dua pekerja meninggal dan enam orang diketahui terinfeksi, otoritas kesehatan menilai risiko bagi masyarakat Frankfurt secara umum sangat rendah.

Malaria tidak menyebar seperti influenza atau infeksi pernapasan yang dapat berpindah secara langsung dari seseorang kepada orang lain melalui kontak sehari-hari.

Penularan malaria secara alami memerlukan perantara nyamuk yang membawa parasit. Karena itu, keberadaan beberapa pasien malaria di suatu tempat tidak berarti orang di sekitar mereka akan langsung tertular.

Berita Terkait