Internasional . 27/08/2026, 18:29 WIB

Nyamuk Pembawa Malaria Diduga Tiba lewat Pesawat, Dua Pekerja Bandara Frankfurt Meninggal Dunia

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Dua pekerja Bandara Frankfurt, Jerman, meninggal dunia setelah terinfeksi malaria dalam kejadian langka yang diduga berkaitan dengan nyamuk terinfeksi yang terbawa masuk melalui pesawat. Secara keseluruhan, enam pekerja di bandara tersibuk di Jerman tersebut diketahui terinfeksi.

Otoritas kesehatan Frankfurt tengah menyelidiki rangkaian kasus tersebut. Dugaan utama mengarah pada apa yang dikenal sebagai "airport malaria" atau malaria bandara, yaitu infeksi yang terjadi ketika nyamuk pembawa parasit malaria secara tidak sengaja terbawa pesawat dari wilayah endemis dan kemudian menggigit seseorang di bandara atau daerah sekitarnya.

Robert Koch Institute (RKI), lembaga federal Jerman yang menangani pengendalian dan penelitian penyakit menular, sebelumnya menyatakan bahwa nyamuk Anopheles terinfeksi yang terbawa melalui penerbangan menjadi dugaan sumber penularan.

Kasus ini menjadi perhatian karena para pekerja yang terinfeksi tidak harus melakukan perjalanan ke wilayah endemis malaria untuk tertular penyakit tersebut.

Enam Pekerja Bandara Frankfurt Terinfeksi

Kasus malaria di Bandara Frankfurt pertama kali menjadi perhatian pada Juli 2026. RKI sebelumnya melaporkan empat pekerja mengalami sakit antara 4 dan 6 Juli. Jumlah kasus yang diketahui kemudian bertambah hingga mencapai enam orang.

Otoritas kesehatan Frankfurt pada Rabu, 26 Agustus 2026, mengonfirmasi bahwa dua orang yang terinfeksi telah meninggal dunia. Laporan media Jerman menyebut kematian pertama terjadi pada Juli, sedangkan kematian kedua terjadi pada Agustus.

Investigasi masih dilakukan untuk mengetahui secara lebih pasti hubungan antarkasus dan sumber infeksi.

Pengelola Bandara Frankfurt, Fraport, telah memasang perangkap nyamuk di kawasan bandara. Nyamuk yang berhasil ditangkap akan dianalisis di laboratorium untuk membantu menentukan spesies dan kemungkinan asalnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mengetahui bagaimana malaria dapat muncul di lingkungan bandara yang berada di negara yang bukan wilayah endemis penyakit tersebut.

Para pekerja juga telah mendapatkan informasi mengenai kasus malaria yang terjadi. Mereka dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala yang mencurigakan.

Apa Itu Malaria Bandara?

Malaria umumnya ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang membawa parasit Plasmodium. Penyakit ini terutama ditemukan di kawasan tropis dan subtropis, dengan beban penyakit terbesar berada di sejumlah wilayah Afrika.

Namun, perpindahan manusia dan barang melalui penerbangan internasional memungkinkan nyamuk ikut terbawa ke wilayah yang jauh dari habitat asalnya.

Fenomena inilah yang dapat memunculkan malaria bandara.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id