Mengenang Hurricane Luis, Badai Dahsyat yang Meluluhlantakkan Antigua pada 1995
Hurricane Luis menjadi salah satu badai paling merusak yang menghantam kawasan Karibia pada dekade 1990-an. Ketika badai tersebut mencapai Antigua pada
National Hurricane Center dalam laporan mengenai Hurricane Luis mencatat badai tersebut menyebabkan kerusakan besar di Kepulauan Leeward. Antigua dan Barbuda termasuk wilayah yang mengalami dampak serius.
Mengapa Hurricane Bisa Begitu Merusak?
Secara ilmiah, hurricane merupakan siklon tropis yang berkembang di wilayah Atlantik Utara dan Pasifik timur laut. Fenomena yang pada dasarnya sama dapat disebut typhoon atau cyclone di wilayah samudra lainnya.
Badai tropis memperoleh sebagian besar energinya dari perairan laut yang hangat. Ketika kondisi atmosfer mendukung, udara hangat dan lembap naik dari permukaan laut. Proses kondensasi kemudian melepaskan panas yang membantu mempertahankan dan memperkuat sistem badai.
Semakin kuat badai, semakin besar pula potensi kerusakan akibat angin. Namun, kecepatan angin bukan satu-satunya ancaman.
Hurricane juga dapat membawa hujan sangat deras, banjir, gelombang tinggi, dan storm surge atau kenaikan permukaan air laut akibat dorongan badai. Kombinasi berbagai faktor tersebut dapat menyebabkan kerusakan jauh dari lokasi pusat badai.
Pada pulau kecil seperti Antigua, risikonya menjadi semakin kompleks karena sebagian besar wilayah dan infrastruktur berada relatif dekat dengan laut.
Hurricane Luis Mencapai Kategori 4
Data historis National Hurricane Center menunjukkan Luis sempat menjadi hurricane kategori 4. Dalam klasifikasi Saffir-Simpson, kategori tersebut menunjukkan badai dengan kecepatan angin yang mampu menyebabkan kerusakan sangat berat.
Luis menjadi bagian dari musim hurricane Atlantik 1995 yang sangat aktif.
Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration, aktivitas hurricane Atlantik dapat berubah dari tahun ke tahun akibat kombinasi berbagai kondisi atmosfer dan laut. Suhu permukaan laut, pola angin, kelembapan atmosfer, dan fenomena iklim berskala besar dapat memengaruhi pembentukan serta perkembangan siklon tropis.
Karena itu, sebuah hurricane tidak dapat dijelaskan hanya melalui satu faktor.
Baca Juga
Perubahan Iklim dan Risiko Hurricane
Pengalaman Antigua pada 1995 juga memiliki relevansi dengan penelitian modern mengenai perubahan iklim dan siklon tropis.
Ilmu pengetahuan tidak menyimpulkan bahwa perubahan iklim secara sederhana menyebabkan setiap hurricane tertentu. Pembentukan sebuah badai tetap dipengaruhi oleh banyak kondisi alam yang terjadi secara bersamaan.