Ekonomi . 26/08/2026, 20:44 WIB

Momentum Indonesia Membangun Ekosistem Baterai Indonesia Berdaya Saing Global

Penulis : Aries Setianto
Editor : Aries Setianto

Saat ini, Indonesia memegang momentum krusial untuk memperkuat posisinya dalam rantai nilai industri baterai nasional maupun global. Ketersediaan cadangan mineral, ekspansi manufaktur, pertumbuhan ekosistem EV, potensi energi terbarukan, hingga luasnya pasar domestik menjadi modal dasar yang kuat. Namun, peluang tersebut harus didorong melampaui pembangunan fasilitas manufaktur semata menuju ekosistem terintegrasi yang mencakup bahan baku, cell manufacturing, battery pack, BMS, BESS, hingga proses recycling dan circular economy.

Niko Chandra, Chairman Id Battery dan Co-Chair International Battery Summit 2026, menekankan pentingnya keterhubungan antara pelaku industri nasional dan global dalam mempercepat transfer teknologi serta investasi.

“Pengembangan ekosistem baterai Indonesia membutuhkan keterhubungan yang semakin kuat antara pelaku nasional dan global. Kita tidak hanya perlu membangun kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat akses terhadap teknologi, pengetahuan, investasi, dan pengalaman industri dari negara-negara yang telah lebih dahulu mengembangkan ekosistem baterai dan kendaraan listrik. IBS 2026 menjadi platform penting untuk mempertemukan berbagai perspektif tersebut dan menerjemahkannya menjadi peluang kemitraan yang relevan bagi Indonesia,” paparnya.

Pandangan serupa juga ditegaskan oleh Reynaldi Istanto, Director of Strategic Partnership & Industry Development NBRI. Menurutnya, kemitraan lintas sektor di sepanjang rantai nilai menjadi kunci dalam membangun industri baterai yang kompetitif.

“Ekosistem baterai Indonesia tidak dapat dibangun oleh satu sektor atau satu organisasi saja. Kemitraan strategis antara industri, pemerintah, akademisi, investor, dan pemangku kepentingan internasional menjadi penting untuk mempercepat pengembangan industri dan membangun ekosistem yang kompetitif. Yang perlu kita bangun bukan hanya kapasitas produksi, tetapi juga koneksi antara riset, teknologi, investasi, manufaktur, dan pasar di sepanjang rantai nilai baterai.”

Melalui konsolidasi pemikiran dan aksi nyata yang tercetus dalam IBS 2026, perjalanan transisi energi terbarukan Indonesia memasuki babak baru: bertransformasi dari sekadar pembangun kapasitas produksi menuju penguasaan kapabilitas industri dan teknologi penyimpan daya secara mandiri di tingkat global.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id