Lifestyle . 24/08/2026, 09:02 WIB
fin.co.id - Gagal ginjal bukanlah kondisi yang selalu datang dengan gejala berat secara tiba-tiba. Pada banyak kasus, penurunan fungsi ginjal berlangsung perlahan dan tidak menimbulkan keluhan yang jelas pada tahap awal. Kondisi inilah yang membuat penyakit ginjal kronis sering tidak disadari oleh penderitanya.
Secara medis, istilah gagal ginjal sebenarnya lebih tepat digunakan ketika fungsi ginjal telah menurun sangat berat. Sebelum mencapai kondisi tersebut, seseorang dapat mengalami penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) dalam berbagai tahap.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases atau NIDDK menjelaskan bahwa penyakit ginjal pada tahap awal biasanya tidak menimbulkan gejala. Pemeriksaan darah dan urine menjadi cara penting untuk mengetahui kondisi fungsi ginjal.
Meskipun demikian, beberapa perubahan pada tubuh dapat muncul ketika gangguan fungsi ginjal mulai berkembang. Masalahnya, gejala tersebut sering dianggap sebagai keluhan biasa karena dapat menyerupai kondisi kesehatan lainnya.
Urine yang sesekali berbusa belum tentu menunjukkan masalah ginjal. Aliran urine yang kuat atau kondisi air di toilet juga dapat menyebabkan terbentuknya busa.
Namun, urine berbusa yang terjadi secara terus-menerus perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan protein yang keluar melalui urine.
Ginjal memiliki jutaan unit penyaring yang bertugas menyaring darah sekaligus mempertahankan berbagai zat penting di dalam tubuh. Ketika sistem penyaringan tersebut mengalami kerusakan, protein seperti albumin dapat lolos ke urine.
Kondisi ini dikenal sebagai albuminuria.
NIDDK menjelaskan bahwa ginjal yang sehat umumnya tidak membiarkan albumin dalam jumlah besar masuk ke urine. Sebaliknya, ginjal yang mengalami kerusakan dapat menyebabkan albumin ditemukan dalam urine.
Karena itu, urine berbusa yang terus terjadi sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai gagal ginjal, tetapi dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan urine.
Perubahan frekuensi buang air kecil juga dapat ditemukan pada sebagian penderita penyakit ginjal.
National Kidney Foundation memasukkan peningkatan frekuensi buang air kecil, terutama pada malam hari, sebagai salah satu tanda yang dapat ditemukan pada gangguan ginjal.
Namun, sering buang air kecil bukan gejala khusus gagal ginjal.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id