Perang Dagang Memanas, Trump Sebut Kanada Ingin Keuntungan Jadi Negara Bagian AS
Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada kembali meningkat setelah perundingan antara kedua negara gagal menghasilkan kesepakatan
Premier Quebec Christine Frechette memperingatkan bahwa tarif baru berpotensi menyebabkan hilangnya lapangan pekerjaan. Pemerintah Quebec menyatakan akan menyiapkan langkah untuk membantu sektor yang terkena dampak.
Namun, Premier Alberta Danielle Smith mendorong kedua negara untuk kembali melakukan negosiasi.
Masa Depan USMCA Ikut Menjadi Sorotan
Perselisihan perdagangan tersebut juga menambah ketidakpastian terhadap masa depan United States-Mexico-Canada Agreement atau USMCA.
Kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut menggantikan North American Free Trade Agreement atau NAFTA dan mulai berlaku pada masa pemerintahan pertama Trump.
USMCA menjadi fondasi perdagangan tahunan tiga negara dengan nilai sekitar US$1,6 triliun.
Kanada dan Meksiko sebelumnya telah meminta agar USMCA diperpanjang selama 16 tahun. Namun, Amerika Serikat tidak menyetujui perpanjangan perjanjian tersebut dalam bentuknya saat ini.
Ketika ditanya mengenai dampak kegagalan perundingan perdagangan terbaru terhadap masa depan USMCA, Carney mengakui perkembangan tersebut bukan kabar baik.
Situasi ini menunjukkan bahwa perselisihan AS dan Kanada bukan hanya menyangkut tarif pada beberapa produk. Ketegangan juga menyentuh hubungan perdagangan Amerika Utara yang jauh lebih luas.
Penutup
Hubungan ekonomi Amerika Serikat dan Kanada selama ini dibangun melalui perdagangan lintas batas dan rantai pasokan yang sangat terintegrasi. Karena itu, peningkatan tarif dapat menimbulkan konsekuensi yang lebih luas daripada sekadar membuat barang impor menjadi lebih mahal.
Dalam kajian ekonomi perdagangan, tarif merupakan pajak terhadap barang impor. Beban tersebut dapat ditanggung oleh eksportir, importir, perusahaan yang menggunakan barang impor sebagai bahan produksi, maupun konsumen melalui kenaikan harga.
Baca Juga
Perselisihan terbaru menunjukkan bagaimana kebijakan tarif dapat berkembang menjadi tindakan saling balas ketika negara yang terkena tarif menerapkan kebijakan serupa.
Dengan Kanada berencana membalas tarif AS mulai 8 September 2026 dan belum adanya jadwal baru untuk melanjutkan perundingan, ketegangan perdagangan kedua negara berpotensi terus menjadi perhatian.
Pernyataan Trump mengenai Kanada yang menginginkan keuntungan seperti negara bagian AS semakin menambah dimensi politik dalam perselisihan yang awalnya berpusat pada perdagangan. Namun, perkembangan selanjutnya tetap sangat bergantung pada apakah Washington dan Ottawa kembali membuka jalur negosiasi.