Internasional . 23/08/2026, 09:34 WIB

Utang AS Tembus US$40 Triliun, Upaya Treasury Belum Redakan Kekhawatiran Investor

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Utang nasional Amerika Serikat telah menembus US$40 triliun untuk pertama kalinya. Rekor tersebut tercapai ketika pasar obligasi pemerintah Amerika sedang menghadapi tekanan, dengan imbal hasil Treasury jangka panjang berada pada level tinggi.

Departemen Keuangan Amerika Serikat atau Treasury kemudian mengambil langkah untuk membantu pasar obligasi dengan memperbesar ukuran sejumlah operasi pembelian kembali atau buyback Treasury. Namun, perkembangan pasar setelah pengumuman tersebut menunjukkan bahwa kekhawatiran investor belum sepenuhnya mereda.

Data terbaru dalam database resmi Treasury yang tersedia hingga 18 Agustus 2026 mencatat total utang pemerintah Amerika sebesar sekitar US$40,047 triliun. Data tersebut merupakan angka resmi terbaru yang tersedia dari seri Debt to the Penny pada 23 Agustus.

Reuters melaporkan bahwa utang AS melewati US$40 triliun pada 19 Agustus, menjadikan angka tersebut rekor baru bagi pemerintah Amerika.

Utang Amerika Menembus US$40 Triliun

Angka US$40 triliun menggambarkan total utang pemerintah federal Amerika Serikat.

Utang tersebut mencakup surat utang yang dimiliki publik serta utang yang tercatat sebagai kepemilikan antarlembaga pemerintah. Karena itu, angka tersebut berbeda dengan ukuran utang federal yang hanya dipegang publik, sebuah ukuran yang sering digunakan Congressional Budget Office dalam menganalisis keberlanjutan fiskal.

Pencapaian US$40 triliun juga bukan hasil perubahan dalam satu hari.

Utang pemerintah Amerika telah meningkat selama bertahun-tahun karena pemerintah secara konsisten mengalami defisit anggaran. Ketika pengeluaran pemerintah lebih besar daripada penerimaan, pemerintah perlu mencari pembiayaan untuk menutup selisih tersebut.

Reuters mencatat utang Amerika telah lebih dari dua kali lipat dalam sekitar satu dekade terakhir. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu periode penting dalam peningkatan utang karena pemerintah mengeluarkan belanja besar untuk menangani dampak krisis. Setelah pandemi, defisit tetap menjadi persoalan karena pengeluaran pemerintah masih lebih besar daripada penerimaan.

Treasury Memperbesar Program Buyback

Ketika pasar obligasi mengalami tekanan, Treasury mengumumkan perubahan pada program buyback.

Pada 19 Agustus, Treasury menyatakan akan meningkatkan ukuran operasi buyback untuk Treasury jangka panjang tertentu setidaknya dua kali lipat.

Ukuran operasi untuk sektor surat utang 10 sampai 20 tahun dan 20 sampai 30 tahun dinaikkan dari maksimum US$2 miliar menjadi sedikitnya US$4 miliar per operasi.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id