Internasional

India Hidupkan Kembali Sistem Air Berusia Ribuan Tahun untuk Hadapi Krisis Air

India mulai kembali mengandalkan sistem pengelolaan air tradisional yang telah digunakan selama ratusan hingga ribuan tahun. Langkah ini muncul ketika sejumlah

India Hidupkan Kembali Sistem Air Berusia Ribuan Tahun untuk Hadapi Krisis Air
Pengelolaan Air Tradisional India,Ilustrasi: DALL·E 3

Pemerintah India juga memasukkan pembangunan kolam desa, struktur konservasi, dan sistem pemanenan air hujan dalam berbagai program pengelolaan air.

Ribuan Tahun Pengetahuan Tentang Air

Sistem seperti baori, johad, tanka, kund, dan nadi berkembang dari kebutuhan masyarakat untuk bertahan di lingkungan yang memiliki ketersediaan air tidak menentu.

Masing-masing memiliki bentuk dan fungsi berbeda.

Baori atau stepwell memungkinkan masyarakat mengakses air tanah melalui tangga yang turun ke bagian bawah struktur.

Tanka merupakan tempat penampungan air bawah tanah yang digunakan untuk mengumpulkan air hujan.

Johad berfungsi menahan limpasan air hujan dan membantu proses pengisian kembali air tanah.

Kund juga digunakan sebagai sistem penampungan air, sedangkan nadi merupakan bentuk penampungan air permukaan yang banyak ditemukan di wilayah kering.

Kesamaan dari berbagai sistem tersebut adalah pemanfaatan kondisi geografis dan pola hujan lokal.

Masyarakat pada masa lalu tidak memiliki satelit pemantau iklim, model komputer, atau sensor digital. Namun, pengalaman selama beberapa generasi memungkinkan mereka memahami kapan hujan datang, bagaimana air mengalir, dan tempat terbaik untuk menyimpannya.

Pengetahuan tersebut kemudian diwujudkan menjadi infrastruktur yang dapat bertahan selama berabad-abad.

Tantangan Terbesar Bukan Sekadar Membangun

Menghidupkan kembali sistem air kuno tidak cukup hanya dengan menggali kembali struktur lama.

Sistem tersebut membutuhkan pemeliharaan.

Sedimentasi dapat mengurangi kapasitas penampungan. Sampah dapat mencemari air. Perubahan tata guna lahan dapat mengganggu daerah tangkapan air. Selain itu, masyarakat harus memiliki mekanisme untuk mengatur penggunaan sumber air tersebut.

Berita Terkait