Internasional

India Hidupkan Kembali Sistem Air Berusia Ribuan Tahun untuk Hadapi Krisis Air

India mulai kembali mengandalkan sistem pengelolaan air tradisional yang telah digunakan selama ratusan hingga ribuan tahun. Langkah ini muncul ketika sejumlah

India Hidupkan Kembali Sistem Air Berusia Ribuan Tahun untuk Hadapi Krisis Air
Pengelolaan Air Tradisional India,Ilustrasi: DALL·E 3

Suhu yang semakin tinggi dapat mempercepat pengeringan tanah. Pada saat yang sama, perubahan pola hujan dapat membuat curah hujan turun dalam periode yang lebih singkat dan lebih intens.

Hujan deras tidak selalu berarti cadangan air bertambah.

Jika air hujan turun terlalu cepat, sebagian besar air dapat mengalir di permukaan tanah sebelum sempat meresap. Air kemudian mengalir menuju sungai atau saluran pembuangan dan akhirnya meninggalkan wilayah tersebut.

Sistem tradisional seperti johad bekerja dengan prinsip berbeda. Air ditahan lebih lama sehingga memberikan kesempatan bagi tanah untuk menyerapnya.

Prinsip tersebut sangat sederhana, tetapi secara hidrologis penting karena pengisian kembali akuifer membutuhkan air yang dapat masuk ke dalam tanah.

Stepwell juga memiliki karakteristik yang menarik. Sebagian air disimpan di bawah permukaan atau berada dalam struktur yang terlindung dari paparan langsung matahari. Kondisi tersebut dapat membantu mengurangi sebagian kehilangan air akibat evaporasi dibandingkan penyimpanan air terbuka.

Artinya, sistem tradisional tersebut tidak sepenuhnya melawan hukum alam. Justru desainnya mengikuti karakteristik lingkungan setempat.

Bukan Berarti Teknologi Modern Tidak Berguna

Kembalinya sistem air kuno bukan berarti India harus meninggalkan bendungan, kanal, sumur bor, atau infrastruktur modern.

Teknologi modern tetap memiliki peranan besar dalam distribusi dan pengelolaan air dalam skala nasional.

Persoalannya adalah ketergantungan terhadap satu pendekatan saja.

Bendungan dapat menyimpan air dalam jumlah besar. Kanal dapat memindahkan air dari wilayah yang memiliki sumber air menuju wilayah lain. Sumur bor dapat menyediakan akses terhadap air tanah.

Namun, setiap teknologi memiliki keterbatasan.

Sebuah sistem distribusi air dapat membawa air ke lahan pertanian, tetapi belum tentu mengisi kembali akuifer di bawah lahan tersebut. Sumur bor dapat menyediakan air dalam jumlah besar, tetapi tidak secara otomatis mengganti air yang telah diambil.

Karena itu, pendekatan yang mulai digunakan di sejumlah wilayah India adalah menggabungkan infrastruktur modern dengan teknik konservasi air tradisional.

Berita Terkait