Ragam

Realisasi Investasi Banten Semester I 2026 Capai Rp66,3 Triliun, Serap 109 Ribu Tenaga Kerja

Investasi Banten Semester I 2026 mencapai Rp66,3 triliun dan menyerap 109.165 tenaga kerja dari 73.409 proyek.

Realisasi Investasi Banten Semester I 2026 Capai Rp66,3 Triliun, Serap 109 Ribu Tenaga Kerja
Investasi Banten Semester I 2026 mencapai Rp66,3 triliun dan menyerap 109.165 tenaga kerja dari 73.409 proyek.

fin.co.id - Realisasi investasi Provinsi Banten pada Semester I (Januari-Juni) 2026 mencapai Rp66,3 triliun atau tepatnya Rp66,256 triliun. Capaian tersebut tumbuh 9,23 persen dibandingkan realisasi investasi pada periode yang sama tahun 2025 sebesar sekitar Rp60,7 triliun.

Berdasarkan data capaian realisasi investasi Semester I 2026, nilai tersebut telah mencapai 46,63 persen dari target investasi Provinsi Banten tahun 2026 sebesar Rp142,19 triliun.

Dari total realisasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) memberikan kontribusi sebesar Rp42,21 triliun atau sekitar 64 persen. Realisasi PMDN tersebut tumbuh 19,55 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp24,05 triliun atau sekitar 36 persen dari total realisasi investasi. Namun, capaian PMA mengalami penurunan 5,31 persen secara tahunan.

Realisasi investasi tersebut juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Pada Semester I 2026, investasi di Banten menyerap sebanyak 109.165 tenaga kerja, terdiri atas 107.194 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan 1.971 tenaga kerja asing (TKA). Dari total tersebut, investasi PMA menyerap 38.412 TKI dan 1.452 TKA. Sementara investasi PMDN menyerap 68.782 TKI dan 519 TKA.

Dari sisi jumlah proyek, terdapat 73.409 proyek investasi yang terealisasi sepanjang Januari-Juni 2026. Sebanyak 49.557 proyek merupakan PMDN, sedangkan 23.852 proyek merupakan PMA.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, Kabupaten Tangerang menjadi daerah dengan penyerapan tenaga kerja investasi terbesar, yakni mencapai 41.200 orang, terdiri atas 40.149 TKI dan 1.051 TKA.

Selanjutnya, Kota Tangerang menyerap 29.887 tenaga kerja, terdiri atas 29.312 TKI dan 575 TKA. Kota Tangerang Selatan berada di posisi berikutnya dengan penyerapan 17.976 tenaga kerja, terdiri atas 17.886 TKI dan 90 TKA.

Kabupaten Serang menyerap 8.338 tenaga kerja, Kabupaten Lebak sebanyak 5.841 tenaga kerja, Kota Cilegon 3.833 tenaga kerja, Kota Serang 1.453 tenaga kerja, sedangkan Kabupaten Pandeglang menyerap 637 tenaga kerja.

"Investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi, serta pemberdayaan pengusaha lokal dan UMKM," ungkap Gubernur Banten Andra Soni ditulis, Kamis (20/8/2026).

Selanjutnya, Andra Soni menuturkan, Banten yang secara konsisten berada di jajaran lima besar nasional menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di daerah. Sehingga dapat memberikan dampak dalam membuka lapangan pekerjaan baru.

"Kita berharap target investasi yang diberikan kepada Provinsi Banten tahun ini bisa kita realisasikan," katanya.

Lebih lanjut, Andra Soni menegaskan, keberhasilan realisasi investasi bukan semata-mata mengejar angka capaian, tetapi yang lebih penting adalah dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.

"Harapan kita tentu dampaknya adalah kepada penyerapan tenaga kerja. Itu yang menjadi tujuan utama dari investasi yang masuk ke Provinsi Banten," katanya

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti, mengatakan capaian tersebut menunjukkan iklim investasi di Banten tetap kondusif dan menjadi bukti tingginya kepercayaan investor terhadap daerah.

Berita Terkait