Ekonomi . 19/08/2026, 15:38 WIB
Fenomena di Indonesia menunjukkan bahwa perkembangan pembayaran digital tidak harus berarti berakhirnya uang tunai.
Keduanya dapat digunakan untuk kebutuhan yang berbeda.
Pembayaran menggunakan ponsel menawarkan kepraktisan. Pengguna tidak perlu membawa banyak uang fisik dan transaksi dapat tercatat secara digital.
Sebaliknya, uang tunai tidak bergantung pada baterai smartphone atau aplikasi tertentu. Uang fisik juga masih menjadi pilihan dalam berbagai transaksi sehari-hari.
Karena itu, meningkatnya penggunaan pembayaran digital lebih tepat dipandang sebagai bertambahnya pilihan masyarakat dalam melakukan transaksi, bukan sebagai penghapusan langsung terhadap uang tunai.
Jika melihat data Bank Indonesia sepanjang 2026, pertumbuhan pembayaran digital terlihat konsisten.
Pada Januari 2026, volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,79 miliar transaksi dan tumbuh 39,65 persen secara tahunan. Pada saat itu, transaksi QRIS bahkan tumbuh 131,47 persen.
Pada Februari, volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,67 miliar transaksi dengan pertumbuhan 40,35 persen. Transaksi QRIS tumbuh 133,20 persen.
Memasuki April, volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,15 miliar transaksi dan tumbuh 42,86 persen. QRIS kembali mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 108,43 persen.
Kemudian pada Mei, volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,22 miliar transaksi. Pertumbuhannya berada di angka 28,14 persen, sedangkan transaksi QRIS tumbuh 95,10 persen.
Rangkaian data tersebut memperlihatkan bahwa penggunaan sistem pembayaran digital memang semakin luas di Indonesia.
Meskipun pembayaran digital berkembang pesat, Bank Indonesia tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah.
Data statistik Bank Indonesia menunjukkan Uang Kartal yang Diedarkan meningkat dari sekitar Rp1.204,54 triliun pada 2024 menjadi sekitar Rp1.359,94 triliun pada 2025.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id