Meta Hadapi Gugatan 29 Negara Bagian AS soal Dampak Facebook dan Instagram pada Anak
Meta menghadapi salah satu gugatan terbesar di Amerika Serikat yang menyoroti dampak Facebook dan Instagram terhadap anak dan remaja. Dalam persidangan yang
Dokumen tersebut mencakup hasil penelitian internal, email karyawan, hingga percakapan internal yang melibatkan sejumlah pejabat perusahaan.
Salah satu penelitian internal yang ditampilkan kepada juri menyebut bahwa remaja memiliki pola penggunaan Instagram yang menyerupai perilaku seorang pecandu.
Dokumen lainnya menunjukkan bahwa Meta menyadari adanya potensi pertentangan antara fitur yang dirancang untuk meningkatkan waktu penggunaan dan kesejahteraan pengguna.
Pihak negara bagian menggunakan dokumen tersebut untuk menunjukkan bahwa Meta sebenarnya mengetahui adanya persoalan pada produknya, tetapi tetap mempertahankan pendekatan yang mendorong pengguna menghabiskan lebih banyak waktu di platform.
Data Remaja Menjadi Bagian dari Perdebatan
Persoalan lain yang muncul dalam kasus ini adalah kemampuan Meta memastikan usia penggunanya.
Pihak negara bagian menilai Meta seharusnya dapat melakukan lebih banyak hal untuk mencegah anak di bawah usia 13 tahun menggunakan Facebook dan Instagram.
Namun, Meta memberikan argumen yang berbeda. Schmidt mengatakan aturan privasi yang menjadi bagian dari gugatan justru membatasi kemampuan perusahaan untuk menyimpan dan menggunakan data yang diperlukan untuk memverifikasi usia setiap pengguna.
Situasi tersebut menunjukkan adanya persoalan yang cukup rumit bagi perusahaan teknologi. Di satu sisi, perusahaan dituntut memastikan anak tidak menggunakan platform yang memiliki batas usia tertentu. Di sisi lain, perusahaan juga harus berhati-hati dalam mengumpulkan dan menggunakan data pribadi pengguna.
Pengalaman Remaja Menggunakan Instagram Diperdebatkan
Kedua pihak juga menggunakan hasil penelitian internal Meta untuk mendukung argumen masing-masing.
Dalam salah satu dokumen yang dipresentasikan pihak California, disebutkan bahwa satu dari lima remaja mengatakan Instagram membuat mereka merasa lebih buruk.
Baca Juga
Meta tidak menyangkal angka tersebut, tetapi meminta juri melihat keseluruhan data. Schmidt menunjukkan bahwa dalam dokumen yang sama, 41 persen remaja mengatakan Instagram membuat mereka merasa lebih baik, sedangkan 41 persen lainnya mengatakan Instagram tidak memberikan pengaruh terhadap perasaan mereka.
Perdebatan ini menjadi penting karena kedua pihak memiliki cara berbeda dalam menafsirkan data yang sama.
Pihak negara bagian berusaha menunjukkan bahwa Meta mengetahui adanya dampak negatif terhadap sebagian pengguna muda. Sementara itu, Meta menekankan bahwa pengalaman pengguna sangat beragam dan tidak semua remaja mengalami dampak buruk ketika menggunakan platformnya.