Meta Hadapi Gugatan 29 Negara Bagian AS soal Dampak Facebook dan Instagram pada Anak
Meta menghadapi salah satu gugatan terbesar di Amerika Serikat yang menyoroti dampak Facebook dan Instagram terhadap anak dan remaja. Dalam persidangan yang
fin.co.id - Meta menghadapi salah satu gugatan terbesar di Amerika Serikat yang menyoroti dampak Facebook dan Instagram terhadap anak dan remaja. Dalam persidangan yang dimulai di Oakland, California, perusahaan tersebut dituding sengaja membuat platformnya menarik bagi pengguna muda dan gagal mencegah anak di bawah usia 13 tahun menggunakan layanannya.
Kasus ini berasal dari gugatan yang diajukan pada 2023 oleh 29 negara bagian AS, termasuk California dan New York. Para penggugat menilai Meta melanggar sejumlah aturan federal dan negara bagian terkait perlindungan anak serta privasi pengguna muda.
Para negara bagian tidak hanya menuntut kompensasi dalam jumlah besar. Mereka juga meminta Meta mengubah sejumlah fitur di Facebook dan Instagram, termasuk mengakhiri jumlah tanda suka dan fitur infinite scroll yang memungkinkan pengguna terus menggulir konten tanpa batas.
Meta Dituding Mengetahui Risiko bagi Anak
Dalam pembukaan persidangan, pengacara California Megan O'Neill mengatakan Meta mengetahui bahwa anak-anak menggunakan Instagram dalam jumlah besar tetapi dinilai tidak berbuat cukup untuk mencegah mereka mengakses platform tersebut.
O'Neill menyebut jutaan anak berusia 11 dan 12 tahun berada di Instagram. Namun, perwakilan Meta membantah angka tersebut dan mengatakan jumlah pengguna dalam kelompok usia itu yang ditemukan hanya sedikit di atas 100.000.
Perbedaan angka tersebut menjadi salah satu bagian dari perdebatan antara pihak negara bagian dan Meta mengenai seberapa serius perusahaan menangani keberadaan pengguna anak di platformnya.
Pihak negara bagian juga menuduh Meta mengetahui bahwa platformnya dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan mental remaja. Meta membantah gambaran tersebut dengan menekankan bahwa pengalaman remaja menggunakan media sosial tidak selalu negatif.
Meta Membantah Facebook dan Instagram Dirancang untuk Membuat Kecanduan
Salah satu persoalan utama dalam persidangan adalah tuduhan bahwa Facebook dan Instagram sengaja dirancang untuk membuat anak dan remaja terus menggunakan platform.
Pengacara Meta Paul Schmidt menolak tuduhan tersebut. Ia juga mempertanyakan anggapan bahwa kecanduan media sosial merupakan kondisi yang telah terbukti secara ilmiah.
Schmidt mengatakan Meta mengakui bahwa sebagian orang dapat mengalami kesulitan dalam mengendalikan penggunaan media sosial. Karena itu, perusahaan telah menyediakan sejumlah alat untuk membantu pengguna mengatasi masalah tersebut.
Baca Juga
Namun, Meta tetap berpendapat bahwa Facebook dan Instagram tidak dirancang untuk membuat pengguna kecanduan. Schmidt juga merujuk pada pernyataan sebelumnya dari CEO Meta Mark Zuckerberg dan kepala Instagram Adam Mosseri yang menyatakan bahwa penelitian ilmiah belum mendukung kesimpulan bahwa kecanduan media sosial benar-benar ada.
Penelitian Internal Meta Jadi Sorotan
Pihak negara bagian memiliki argumen berbeda. Dalam pembukaan persidangan, O'Neill menggunakan jutaan dokumen internal Meta yang diserahkan sebagai bagian dari perkara.