Ekonomi . 19/08/2026, 21:02 WIB
Aluminium menjadi salah satu contoh konkret upaya Indonesia untuk memperkuat penciptaan nilai dalam negeri. Di Mempawah, Kalimantan Barat, fasilitas yang telah dikembangkan mencakup rencana smelter aluminium primer berkapasitas 600.000 ton per tahun dan Smelter Grade Alumina Refinery Tahap II berkapasitas 1 juta ton alumina per tahun. Sementara itu, Inalum mengindikasikan kapasitas terpasang smelter aluminium dapat mencapai 1,975 juta ton pada 2026, dibandingkan dengan kebutuhan domestik aluminium primer sekitar 520.000 ton per tahun.
Hal itu memperkuat kebutuhan akan pengembangan industri hilir olahan aluminium menjadi lembaran, foil, ekstrusi, kawat, produk cor, dan komponen manufaktur. Karena itu, Aluminium Pavilion akan hadir untuk pertama kalinya, menampilkan solusi peleburan, pengecoran, pengembangan paduan, fabrikasi, pemotongan presisi, daur ulang, pengolahan scrap, dan materials handling, dengan partisipasi perusahaan seperti ABP Induction Systems GmbH, Foshan Diamond Technology Co., Ltd., dan Henan Tosta Machinery Co., Ltd.
“Aluminium berada di titik temu sejumlah
prioritas industri Indonesia, termasuk hilirisasi, daya saing manufaktur,
pembangunan infrastruktur, integrasi rantai pasok otomotif, serta transisi
energi,” ujar Mr. Wismer. “Aluminium Pavilion yang baru ini merespons kebutuhan pasar akan hubungan yang lebih erat antara produksi aluminium primer dan manufaktur hilir,” tambahnya.
Peluang Bisnis yang Terbentuk dan Komitmen Penyelenggara
Seiring dengan beralihnya produsen Indonesia dari pembangunan kapasitas menuju produksi operasional, terdapat peningkatan kebutuhan terhadap simulasi pengecoran, pengendalian mutu digital, peralatan fabrikasi dan pemotongan presisi, serta sistem material handling dan otomasi. Bagi produsen hilir dan original equipment manufacturers (OEM), momentum ini membuka peluang untuk membangun hubungan pasokan dan kesepakatan
jaminan mutu sejak dini.
Prospek tersebut turut tercermin dari
partisipasi perusahaan nasional dan internasional dalam GIFA dan METEC
Indonesia, termasuk Wilisindomas Indahmakmur PT, CITEC Engineering Indonesia PT, Wintherm Bara PT, Metallurgical Corporation of China Ltd, serta Ashapura International Limited, BEDA Oxygentechnik Armaturen GmbH, MAGMA Engineering Asia Pacific Pte. Ltd., KALFRISA, S.A.U., dan Zobon (Lianyungang) Metal Technology Co. Ltd. dari Tiongkok, Jerman, India, Singapura, Spanyol, dan negara lainnya.
Kehadiran berbagai pelaku industri, mencerminkan visi Messe Düsseldorf Asia dan PT Pamerindo Indonesia dalam menyelaraskan penyelenggaraan pameran dengan perkembangan prioritas investasi, peningkatan kapasitas logam primer, dan kebutuhan teknologi manufaktur hilir di Indonesia.
“Dengan mendekatkan komunitas teknologi
internasional yang relevan kepada industri Indonesia, kami bertujuan mendukung
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id