Ekonomi . 19/08/2026, 21:02 WIB
Menggunakan Momentum Investasi Menjadi Eksekusi Industri
Merujuk pada agenda hilirisasi Indonesia yang semakin tercermin dalam realisasi investasi, perkembangan subsektor logam
dasar, barang logam, mesin, dan peralatan mencatat investasi sebesar US$8,44
miliar, atau 14,9% dari total investasi nasional pada semester satu 2026. Pada
kuartal kedua, investasi hilirisasi bauksit mencapai US$2,25 miliar, lebih
tinggi dibandingkan US$1,65 miliar pada hilirisasi nikel dan mengalami
peningkatan 193%.
Diperkuat oleh kebijakan larangan ekspor bauksit sejak 2023 dan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terjadi peningkatan investasi dan kapasitas produksi, kebutuhan terhadap teknologi proses, keahlian rekayasa, infrastruktur, sistem mutu, dan kemampuan manufaktur hilir.
“Industri pengerjaan logam dan permesinan
Indonesia membutuhkan akses terhadap teknologi pemrosesan canggih, keahlian
teknis, serta kemitraan internasional seiring dengan berkembangnya kapasitas manufaktur domestik,” ujar Dadang Asikin, Ketua GAMMA (Gabungan Industri
Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia).
“Kami memandang GIFA dan METEC
Indonesia sebagai pelengkap agenda hilirisasi Indonesia.”
Aluminium Pavilion Memperkuat Rantai Nilai Industri Aluminium
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id