Pendidikan

Bukan Sekadar Candaan! Siswa SD-SMP Ini Ciptakan Inovasi untuk Lawan Bullying

Mewujudkan sekolah yang ramah bagi anak tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Rasa aman untuk berbicara, saling menghargai, serta adanya tempat yang nyaman untuk meminta bantuan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif.

Bukan Sekadar Candaan! Siswa SD-SMP Ini Ciptakan Inovasi untuk Lawan Bullying
Mewujudkan sekolah yang ramah bagi anak tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Rasa aman untuk berbicara, saling menghargai, serta adanya tempat yang nyaman untuk meminta bantuan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif.

Dari persoalan tersebut lahirlah Perisai Pintar, sebuah aplikasi yang memungkinkan siswa menyampaikan cerita, keluhan, maupun persoalan secara anonim kepada guru BK.

Sebelumnya, sekolah memang sudah memiliki kotak curhat. Namun, fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Para siswa kemudian mencari alternatif yang dinilai lebih dekat dengan kebiasaan dan kebutuhan teman-teman mereka.

Hasil observasi menunjukkan sekitar 60 persen siswa mendukung kehadiran Perisai Pintar. Dalam proses pengembangannya, siswa juga mendapat kesempatan mempelajari teknologi pembuatan aplikasi berbasis AI sekaligus mengembangkan situs tersebut bersama tim.

Perwakilan siswa SMP Negeri 1 Lubuk Pakam, Angelika Patresia Gultom, mengatakan Perisai Pintar dapat menjadi ruang yang lebih nyaman bagi siswa untuk menyampaikan masalah.

“Senang sih, kan saya juga sama teman-teman kan sama-sama seumuran, jadi ngerti gimana perasaannya kalau curhat itu enggak didengar. Jadi kalau ada Perisai Pintar ini, kami punya tempat untuk berkeluh kesah,” kata Angelika.

Guru BK SMP Negeri 1 Lubuk Pakam, Mennusuriani Saragih, melihat pendekatan *Challenge Based Learning* (CBL) turut membantu siswa mengembangkan kemampuan bekerja sama.

“Yang saya lihat dari materi CBL, anak-anak akhirnya bisa bekerja sama, bergotong royong dalam melaksanakan program CBL ini di sekolah,” ujar Mennusuriani.

Menjangkau 205 Sekolah

Papan Kompas dan Perisai Pintar menjadi bagian dari Program GENERASI Trakindo 2026. Melalui pendekatan *Challenge Based Learning*, siswa didorong untuk melihat persoalan nyata di lingkungan mereka, menyusun solusi, dan ikut menjalankan perubahan bersama warga sekolah.

Hingga 2026, program tersebut telah menjangkau 205 sekolah di 18 provinsi. Jumlah itu terdiri atas 30 SDN dan SMPN mitra serta 175 sekolah imbas.

Sejak 2021, Program GENERASI juga telah melahirkan lebih dari 150 inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.

Program tersebut diarahkan untuk membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta mendukung perkembangan anak melalui gagasan yang berasal dari persoalan sehari-hari.

Untuk mendukung inovasi tersebut, Trakindo menyediakan pendampingan dan berbagai sumber daya. Di SDN Pelambuan 4 Banjarmasin, dukungan diberikan melalui fasilitas riset, pendanaan, serta trainer. Sementara di SMP Negeri 1 Lubuk Pakam, guru dan siswa memperoleh pelatihan mengenai Sekolah Ramah Anak serta dukungan material untuk pengembangan inovasi.

Corporate Communication & CSR Manager PT Trakindo Utama, Candy Sihombing, mengatakan siswa perlu diberi kesempatan untuk memahami persoalan di lingkungan mereka sekaligus terlibat dalam mencari jalan keluarnya.

“Ketika siswa diberikan ruang untuk memahami persoalan di sekitarnya dan dipercaya untuk mencari solusi, mereka belajar bahwa suara dan gagasan mereka dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekolah. Bagi kami, keberhasilan Program GENERASI tidak hanya terlihat dari lahirnya inovasi, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian dan kepercayaan diri siswa untuk menjadi bagian dari perubahan,” jelas Candy.

Berita Terkait