Pendidikan

Bukan Sekadar Candaan! Siswa SD-SMP Ini Ciptakan Inovasi untuk Lawan Bullying

Mewujudkan sekolah yang ramah bagi anak tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Rasa aman untuk berbicara, saling menghargai, serta adanya tempat yang nyaman untuk meminta bantuan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif.

Bukan Sekadar Candaan! Siswa SD-SMP Ini Ciptakan Inovasi untuk Lawan Bullying
Mewujudkan sekolah yang ramah bagi anak tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Rasa aman untuk berbicara, saling menghargai, serta adanya tempat yang nyaman untuk meminta bantuan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif.

fin.co.id - Mewujudkan sekolah yang ramah bagi anak tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Rasa aman untuk berbicara, saling menghargai, serta adanya tempat yang nyaman untuk meminta bantuan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif.

Hal tersebut terlihat dari inovasi siswa SDN Pelambuan 4 Banjarmasin dan SMP Negeri 1 Lubuk Pakam melalui Program GENERASI Trakindo 2026 yang mengusung tema Sekolah Ramah Anak. Program tersebut mendorong siswa untuk mengenali persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah, kemudian mencari dan mengembangkan solusi secara mandiri dengan pendampingan guru.

Ubah Kebiasaan Mengejek Jadi Permainan Edukatif

Di SDN Pelambuan 4 Banjarmasin, siswa menemukan persoalan berupa kebiasaan saling mengejek, termasuk menggunakan nama orang tua, mengucapkan kata-kata kasar, hingga menghina teman. Meski sering dianggap sebagai gurauan, kebiasaan tersebut ternyata dapat membuat siswa merasa tidak nyaman, dan bahkan memicu konflik.

Berangkat dari kondisi itu, sekelompok siswa kemudian membuat Papan Kompas (Kontrol Mulut Pastikan Sopan). Media tersebut dikemas dalam bentuk permainan edukatif yang mengajarkan siswa untuk lebih berhati-hati dalam berbicara.

Konsep Papan Kompas terinspirasi dari papan perkalian yang biasa digunakan dalam kegiatan belajar. Namun, para siswa mengembangkannya menjadi permainan bertema petualangan dengan sistem penghargaan dan konsekuensi agar lebih menarik untuk dimainkan.

Perwakilan siswa SDN Pelambuan 4 Banjarmasin, Nur Fazrian, mengatakan inovasi tersebut mulai memberikan perubahan terhadap suasana kelas.

“Suasana kelas menjadi lebih damai dan saling menghargai. Yang paling terasa bukan hanya berkurangnya kata-kata kasar, tetapi juga tumbuhnya sikap saling menghargai antarteman sekelas,” kata Fazrian dikutip, Selasa, 18 Agustus 2026.

Dalam prosesnya, siswa tidak hanya menerima solusi dari guru. Mereka diberikan kesempatan mengidentifikasi persoalan, menyusun gagasan, hingga mengembangkan inovasi yang dianggap sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekolah.

Guru kemudian bertindak sebagai pendamping, sedangkan perkembangan program dan perubahan perilaku siswa dipantau melalui jurnal kelas.

Guru Pendamping SDN Pelambuan 4 Banjarmasin, Anugrah Mitria Sari, menilai proses tersebut memberikan pengalaman berharga bagi siswa.

“Yang paling membanggakan bukan hanya melihat hasil akhirnya, tetapi bagaimana siswa berani mengenali persoalan di sekitarnya dan mencari jalan keluarnya sendiri. Dari proses itu, anak-anak menjadi lebih peka terhadap cara mereka berkomunikasi dan memahami bahwa setiap anak bisa menjadi bagian dari perubahan di sekolah,” ujar Anugrah.

Siswa Ciptakan Aplikasi Curhat Anonim

Sementara itu, tantangan berbeda ditemukan di SMP Negeri 1 Lubuk Pakam. Sebagian siswa masih merasa enggan mendatangi ruang Bimbingan Konseling (BK) karena takut dicap sebagai anak bermasalah.

Para siswa justru merasa lebih nyaman berbicara dengan guru BK di tempat yang lebih santai, seperti taman atau sudut sekolah.

Berita Terkait