Internasional

Bos-bos Teknologi Ramai Bikin Manifesto soal AI, Ada Apa?

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak hanya melahirkan produk dan perusahaan bernilai besar. Dalam beberapa tahun terakhir

Bos-bos Teknologi Ramai Bikin Manifesto soal AI, Ada Apa?
Manifesto AI, Image: DALL·E 3

Dengan demikian, manifesto tidak hanya berfungsi sebagai tulisan filosofis. Ia juga membantu perusahaan memosisikan diri dalam persaingan industri AI.

CEO Teknologi Mulai Berperan Seperti "Filsuf"

Fenomena ini sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru.

BBC mencatat bahwa para eksekutif perusahaan teknologi telah lama menggunakan blog perusahaan untuk membahas gagasan yang jauh lebih luas daripada sekadar produk dan bisnis.

Namun, AI membuat fenomena tersebut semakin menonjol.

Para CEO kini berbicara tentang masa depan pekerjaan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, keamanan, hingga masa depan manusia. Mereka tidak sekadar menjelaskan apa yang dilakukan perusahaan saat ini, tetapi juga mencoba menjelaskan dunia seperti apa yang mungkin tercipta beberapa tahun atau dekade mendatang.

Itulah sebabnya manifesto tersebut dapat membuat seorang CEO tampil seperti "filsuf teknologi".

Masalahnya, tidak semua masyarakat membaca atau menerima pandangan tersebut begitu saja.

Mengapa Manifesto Ini Tetap Penting?

Meski sebagian orang menganggap manifesto semacam itu sebagai aktivitas hubungan masyarakat, isinya tetap memiliki arti penting.

Perkembangan AI akan menentukan banyak keputusan besar dalam beberapa tahun mendatang. Salah satunya adalah siapa yang memiliki akses terhadap teknologi yang semakin kuat.

Dalam manifesto Zuckerberg, persoalan distribusi kekuatan menjadi salah satu gagasan utama. Ia berpendapat bahwa superintelligence yang hanya dimiliki oleh segelintir individu, perusahaan, atau pemerintah dapat menciptakan ketidakseimbangan kekuasaan. Sebaliknya, penyebaran akses terhadap teknologi tersebut dianggap dapat memperkuat posisi individu.

Namun, keterbukaan juga membawa pertanyaan mengenai keamanan.

Semakin kuat sebuah sistem AI, semakin besar pula potensi manfaat maupun risiko yang dapat ditimbulkannya. Karena itu, keputusan mengenai apakah teknologi AI tertentu harus dibuka secara luas atau dibatasi menjadi persoalan yang semakin penting.

Bukan Sekadar Ramalan Masa Depan

Berita Terkait