Denny JA Terpilih Kembali Secara Aklamasi Menjadi Ketua Umum SATUPENA 2026–2031
Kongres SATUPENA yang berlangsung secara daring pada Kamis, 13 Agustus 2026, memilih kembali Denny JA sebagai Ketua Umum periode 2026–2031.
Menurut Satrio, Denny dikenal memiliki "Midas touch", kemampuan mengubah bidang yang dimasukinya melalui inovasi, keberanian mengambil risiko, jaringan luas, dan orientasi kepada hasil.
Dalam konsultasi politik, Denny ikut membawa tradisi survei dan konsultan politik modern. Ia tercatat memenangkan lima pemilihan presiden berturut-turut sebagai konsultan.
Dalam sastra, ia memperkenalkan puisi esai yang kemudian berkembang melampaui Indonesia. Puisi esai kini berkembang hingga kawasan ASEAN. Pada 2025, Denny juga memperoleh penghargaan sastra internasional BRICS Literature Award untuk inovasi dalam sastra.
Satrio juga menyinggung perjalanan Denny dalam dunia usaha. Dari kehidupan sebagai mahasiswa dengan kemampuan ekonomi terbatas, kekayaannya kini tercatat sekitar Rp3 triliun dalam laporan kekayaan kepada KPK.
Namun ukuran kepemimpinan organisasi, menurut Denny, bukanlah biografi pemimpinnya. Ukurannya sederhana, apakah organisasi menjadi lebih hidup, berguna, mandiri, dan mampu bertahan melampaui dirinya.
-000-
Lima tahun lalu, SATUPENA menghadapi fragmentasi internal, keterbatasan pendanaan, jaringan daerah yang belum kuat, serta kebutuhan membangun kegiatan nasional secara lebih konsisten.
Dalam periode berikutnya, di bawah kepemimpinannya, jaringan SATUPENA berkembang lintas pulau. Percakapan antarpenulis berlangsung rutin, penerbitan berjalan, penghargaan diberikan, dan ruang perjumpaan intelektual terus diperluas.
Inisiatif meminta Denny kembali memimpin antara lain datang dari pimpinan SATUPENA di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi yang menginginkan konsolidasi organisasi dilanjutkan.
Anwar Putra Bayu, Ketua SATUPENA Sumatra, mengatakan fase pertumbuhan organisasi memerlukan pemimpin yang berani, keras kepala terhadap visi, sekaligus mampu menggerakkan manusia dan sumber daya.
Baca Juga
"Kadang organisasi muda memerlukan pemimpin yang sedikit 'gila', berani membayangkan sesuatu yang belum dilihat orang lain, kemudian mempunyai kemampuan untuk mewujudkannya," katanya.
-000-
Struktur baru SATUPENA kini membentuk Dewan Pengawas dan meniadakan Dewan Penasihat, sebagai bagian dari upaya memperjelas fungsi kontrol dalam perjalanan organisasi ke depan.
Kepemimpinan kuat dengan demikian bukan tujuan akhir. Ia hanyalah jembatan menuju institusi kuat, yang pada waktunya harus mampu berjalan melampaui figur pendirinya.
Gagasan dana abadi tentu mengandung risiko. Kekuatan finansial tanpa tata kelola yang sehat dapat menciptakan ketergantungan baru, bahkan memusatkan pengaruh pada segelintir orang.