Internasional

AI Makin Pesat, Mengapa Perusahaan Jepang Justru Lambat Mengadopsinya?

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berlangsung sangat cepat di berbagai negara. Teknologi ini mulai digunakan untuk menulis

AI Makin Pesat, Mengapa Perusahaan Jepang Justru Lambat Mengadopsinya?
Perusahaan Jepang, Image: DALL·E 3

AI digunakan untuk menulis email, merangkum dokumen, mengumpulkan informasi, mencatat rapat, dan membantu pekerjaan administratif.

Sebaliknya, penggunaan AI untuk mengambil keputusan penting, menjalankan proses bisnis utama, atau menangani pekerjaan secara otomatis masih terbatas.

Parrisa Haghirian, profesor manajemen internasional di Kyoto University of Advanced Science, menilai persoalan tersebut berkaitan dengan tantangan yang sama ketika perusahaan Jepang menghadapi perubahan teknologi lainnya.

Generative AI juga belum sepenuhnya dapat diandalkan. Karena itu, perusahaan yang sangat sensitif terhadap kesalahan dan risiko reputasi cenderung membatasi penggunaannya.

Situasi tersebut membuat perusahaan Jepang lebih berhati-hati dibandingkan perusahaan di negara yang memiliki budaya bisnis lebih berani mengambil risiko.

Jepang Kekurangan Tenaga Ahli AI

Masalah lainnya adalah keterbatasan tenaga kerja dengan keterampilan digital dan AI.

Yasushi Ogasawara, pakar sistem sosial dan teknologi Jepang dari Meiji University, menilai tingkat literasi digital di Jepang masih menjadi persoalan.

Jepang memang dikenal sebagai negara dengan penggunaan perangkat elektronik yang tinggi. Namun, kemampuan menggunakan teknologi secara produktif di lingkungan kerja tidak selalu mengikuti perkembangan perangkat tersebut.

Persoalan tenaga ahli juga semakin serius. Jepang diperkirakan menghadapi kekurangan hampir 800.000 tenaga profesional teknologi informasi pada 2030.

Kondisi ini membuat perusahaan menghadapi masalah ganda. Mereka membutuhkan AI untuk meningkatkan produktivitas, tetapi pada saat yang sama membutuhkan tenaga ahli untuk menerapkan dan mengelola teknologi tersebut.

Banyak Perusahaan Masih Menggunakan Sistem Lama

Infrastruktur teknologi yang sudah berusia puluhan tahun juga menjadi hambatan.

Sebagian perusahaan Jepang masih bergantung pada sistem komputer lama yang sulit diintegrasikan dengan teknologi AI modern. Sistem tersebut mungkin masih menjalankan fungsi penting, tetapi belum tentu dirancang untuk berkomunikasi dengan berbagai layanan AI yang berkembang saat ini.

Modernisasi sistem lama membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga ahli.

Berita Terkait