Internasional . 13/08/2026, 15:00 WIB

Ebola Di Kongo Mengganas, WHO Peringatkan Wabah 2026 Bisa Jadi yang Terparah

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

Spesies tersebut sebelumnya baru diketahui menyebabkan dua wabah, masing-masing pada 2007 dan 2012. Karakteristik inilah yang membuat penanganan wabah sekarang menjadi tantangan tersendiri.

Berbeda dengan beberapa spesies Ebola lainnya, belum terdapat vaksin yang disetujui atau terapi khusus yang telah diakui untuk mengobati infeksi Bundibugyo.

Kondisi tersebut membuat pengendalian penularan menjadi semakin bergantung pada deteksi kasus, pelacakan kontak, isolasi pasien, perlindungan tenaga kesehatan dan pengendalian infeksi.

Konflik Membuat Penanganan Semakin Sulit

Wabah terjadi di wilayah timur DR Kongo yang juga menghadapi ketidakstabilan keamanan.

Situasi tersebut membuat tenaga kesehatan kesulitan menjangkau seluruh pasien. WHO menyebut petugas kesehatan saat ini hanya dapat menjangkau sekitar 30 persen kasus.

Keterbatasan akses menjadi masalah serius karena pengendalian Ebola sangat bergantung pada kemampuan menemukan pasien sedini mungkin dan mencegah mereka melakukan kontak dengan orang lain.

Semakin banyak kasus yang tidak terdeteksi, semakin besar kemungkinan rantai penularan terus berjalan di masyarakat.

Vaksin Bundibugyo Mulai Memasuki Tahap Uji Manusia

Di tengah situasi tersebut, perkembangan vaksin baru mulai memberikan harapan.

Regulator obat Inggris, Medicines and Healthcare products Regulatory Agency atau MHRA, telah memberikan izin untuk memulai uji klinis vaksin Bundibugyo pada manusia.

Vaksin tersebut dikembangkan oleh tim dari University of Oxford dengan menggunakan teknologi yang sebelumnya digunakan dalam pengembangan vaksin Oxford-AstraZeneca untuk Covid-19.

Selain kandidat vaksin dari Oxford, tiga kelompok lain juga sedang mengembangkan vaksin berbeda untuk Bundibugyo. Namun, kandidat-kandidat tersebut belum memasuki tahap uji klinis pada manusia.

Langkah ini penting karena belum tersedianya vaksin yang disetujui khusus untuk Bundibugyo menjadi salah satu kelemahan utama dalam menghadapi wabah saat ini.

Terapi Antivirus Juga Sedang Diuji

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id