Internasional

Tiga Badai Hantam Asia dalam Sepekan, Jutaan Warga Terdampak

Asia tengah menghadapi rentetan cuaca ekstrem setelah tiga badai tropis menerjang kawasan tersebut dalam waktu hampir bersamaan. China, Jepang, dan Filipina

Tiga Badai Hantam Asia dalam Sepekan, Jutaan Warga Terdampak
Tiga Badai Hantam Asia, Image: DALL·E 3

Mengapa Badai Bisa Datang Berturut-turut?

Kemunculan beberapa badai tropis dalam periode berdekatan bukan berarti ketiganya merupakan satu badai yang sama. Badai tropis terbentuk dari sistem cuaca berbeda, tetapi kondisi atmosfer dan lautan yang mendukung dapat membuat beberapa sistem berkembang dalam periode yang berdekatan.

Laut dengan suhu permukaan yang cukup hangat menyediakan energi bagi perkembangan badai tropis. Ketika kondisi atmosfer mendukung, gangguan tropis dapat berkembang menjadi sistem yang lebih terorganisasi dan menghasilkan angin kencang serta hujan deras.

Selain angin, hujan juga menjadi salah satu ancaman terbesar dari badai tropis. Bahkan setelah pusat badai melemah ketika memasuki daratan, sisa sistemnya masih dapat membawa hujan dalam jumlah besar.

Jutaan Warga Menghadapi Ancaman Cuaca Ekstrem

Dampak badai tidak hanya ditentukan oleh kekuatan anginnya. Jumlah penduduk yang berada di jalur badai, kondisi sungai, topografi wilayah, serta kemampuan sistem drainase juga menentukan seberapa besar dampak yang terjadi.

Di kota-kota padat seperti Tokyo dan Beijing, hujan dalam jumlah besar dalam waktu singkat dapat memberikan tekanan besar terhadap sistem drainase perkotaan.

Sementara di wilayah pedesaan dan pegunungan, hujan berkepanjangan meningkatkan risiko longsor dan banjir bandang.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa badai tropis tidak hanya menjadi persoalan meteorologi. Ketika sistem badai bertemu dengan wilayah berpenduduk padat dan infrastruktur yang rentan, dampaknya dapat meluas ke transportasi, aktivitas ekonomi, layanan publik, hingga keselamatan masyarakat.

Asia Masih Perlu Waspada

Rangkaian badai Dolphin, Chan-Hom, dan Peilou menunjukkan bagaimana kawasan Asia-Pasifik dapat menghadapi beberapa sistem cuaca ekstrem dalam waktu berdekatan.

Dengan Nangka yang juga mulai berkembang di selatan Jepang, perhatian terhadap prakiraan cuaca dan perubahan jalur badai menjadi semakin penting.

Bagi masyarakat, ancaman terbesar tidak selalu datang dari angin terkuat. Hujan ekstrem yang berlangsung berjam-jam atau berhari-hari dapat memicu banjir dan longsor bahkan ketika badai telah kehilangan kekuatannya.

Penutup

Tiga badai yang menerjang Asia dalam sepekan terakhir telah memberikan dampak berbeda di China, Jepang, dan Filipina. Hujan deras, angin kencang, banjir, dan longsor menjadi ancaman utama bagi jutaan warga di kawasan tersebut.

Berita Terkait