Internasional

Tiga Badai Hantam Asia dalam Sepekan, Jutaan Warga Terdampak

Asia tengah menghadapi rentetan cuaca ekstrem setelah tiga badai tropis menerjang kawasan tersebut dalam waktu hampir bersamaan. China, Jepang, dan Filipina

Tiga Badai Hantam Asia dalam Sepekan, Jutaan Warga Terdampak
Tiga Badai Hantam Asia, Image: DALL·E 3

fin.co.id - Asia tengah menghadapi rentetan cuaca ekstrem setelah tiga badai tropis menerjang kawasan tersebut dalam waktu hampir bersamaan. China, Jepang, dan Filipina menjadi negara yang paling terdampak oleh hujan deras, angin kencang, banjir, serta longsor.

Badai Dolphin, Chan-Hom, dan Peilou bergerak di kawasan Asia-Pasifik dalam sepekan terakhir. Di tengah situasi tersebut, badai tropis baru bernama Nangka juga terbentuk di selatan Jepang dan diperkirakan bergerak ke arah utara.

Tiga Badai Bergerak di Asia

Badai Dolphin sebelumnya menghantam wilayah timur China dan kemudian bergerak ke daratan. Sistem badai tersebut melemah menjadi badai tropis, tetapi masih membawa potensi hujan sangat deras ketika bergerak menuju wilayah Beijing.

Hujan dengan intensitas tinggi menjadi perhatian karena wilayah yang dilalui sisa badai dapat mengalami genangan dan banjir. Kondisi tersebut semakin diperburuk oleh sistem cuaca lain yang berkembang di kawasan Asia Timur.

Di Jepang, Badai Tropis Chan-Hom menerjang kawasan Kanto yang mencakup Tokyo. Badai tersebut membawa hujan lebat dan angin kencang sebelum kemudian melemah menjadi depresi tropis.

Sementara itu, Badai Tropis Peilou bergerak ke arah timur di lepas pantai timur Filipina. Sistem ini secara bertahap bergerak menjauh dari wilayah Asia.

Filipina Menghadapi Dampak Paling Mematikan

Di Filipina, situasinya lebih serius. Sedikitnya 26 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang dipicu oleh musim monsun serta rangkaian badai, termasuk Dolphin.

Hujan berkepanjangan membuat sejumlah wilayah rentan mengalami banjir dan tanah longsor. Kondisi geografis Filipina yang terdiri atas ribuan pulau juga membuat sejumlah daerah lebih sulit dijangkau ketika terjadi bencana.

Badai yang datang secara beruntun juga dapat membuat masyarakat dan pemerintah daerah memiliki waktu pemulihan yang lebih singkat. Ketika satu sistem cuaca belum sepenuhnya berlalu, sistem lain sudah terbentuk atau bergerak mendekat.

Badai Baru Nangka Terbentuk

Di tengah rangkaian badai tersebut, badai tropis baru bernama Nangka terbentuk di selatan Jepang.

Nangka diperkirakan bergerak ke arah utara. Perkembangan badai ini kembali menunjukkan aktifnya dinamika cuaca tropis dan subtropis di kawasan Asia-Pasifik.

Meski kekuatan dan jalur badai dapat berubah, masyarakat di wilayah yang berada di sekitar jalurnya tetap perlu memperhatikan peringatan cuaca resmi.

Berita Terkait