Internasional . 11/08/2026, 12:55 WIB

Lautan Dunia Cetak Rekor Panas pada Juli 2026, Ini Dampaknya bagi Bumi

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Suhu lautan dunia kembali mencetak rekor. Pada Juli 2026, suhu permukaan laut rata-rata di wilayah nonpolar mencapai 20,96 derajat Celsius, menjadi suhu tertinggi yang pernah tercatat untuk bulan Juli. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar 20,89 derajat Celsius yang terjadi pada Juli 2023.

Kondisi ini terjadi ketika fenomena El Niño mulai berkembang di kawasan Pasifik. Namun, pemanasan laut tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh El Niño. Para ilmuwan melihatnya sebagai bagian dari tren pemanasan jangka panjang akibat perubahan iklim yang dipicu oleh peningkatan konsentrasi gas rumah kaca.

Lautan memiliki peran sangat besar dalam sistem iklim Bumi. Karena itu, ketika suhu permukaannya terus meningkat, dampaknya tidak berhenti di wilayah laut, tetapi dapat memengaruhi cuaca, ekosistem, permukaan laut hingga kehidupan manusia.

Suhu Laut Juli 2026 Pecahkan Rekor

Data dari Copernicus Climate Change Service menunjukkan bahwa suhu permukaan laut rata-rata antara 60 derajat lintang utara dan 60 derajat lintang selatan mencapai 20,96 derajat Celsius pada Juli 2026.

Wilayah tersebut mencakup sebagian besar lautan dunia di luar kawasan kutub. Rekor ini menarik perhatian karena sebelumnya suhu tertinggi untuk Juli tercatat pada 2023, ketika dunia juga mengalami pengaruh kuat dari El Niño.

Pemanasan laut sebenarnya sudah terlihat sebelum Juli. Copernicus mencatat suhu permukaan laut pada Juni 2026 juga mencapai rekor tertinggi untuk bulan tersebut, yakni 20,86 derajat Celsius. Kondisi panas terutama terlihat di kawasan Pasifik tropis, yang menjadi salah satu wilayah penting dalam perkembangan El Niño.

Dengan demikian, rekor Juli bukan kejadian yang berdiri sendiri. Suhu laut telah berada pada tingkat yang sangat tinggi sejak beberapa bulan sebelumnya.

El Niño Ikut Mendorong Pemanasan Laut

El Niño merupakan fenomena iklim alami yang terjadi ketika permukaan laut di bagian tengah dan timur Pasifik tropis mengalami pemanasan di atas normal.

Fenomena tersebut dapat mengubah pola angin, curah hujan dan distribusi panas di berbagai wilayah dunia. Ketika El Niño berkembang bersamaan dengan kondisi planet yang sudah lebih panas akibat perubahan iklim, kenaikan suhu global dapat menjadi semakin kuat.

Copernicus sebelumnya telah memperingatkan bahwa suhu laut yang sangat tinggi, ditambah perkembangan El Niño, berpotensi membuat lebih banyak rekor suhu kembali pecah dalam beberapa bulan berikutnya.

Namun, penting untuk membedakan antara penyebab alami dan pemanasan jangka panjang. El Niño dapat meningkatkan suhu global untuk sementara, sedangkan pemanasan akibat emisi gas rumah kaca merupakan tren yang berlangsung dalam jangka panjang.

Laut Menyerap Sebagian Besar Panas Berlebih Bumi

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id