Gianni Infantino Didesak Mundur, FIFA Siap Melawan
FIFA menghadapi tekanan yang semakin besar terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Sejumlah pihak di Eropa mulai kehilangan kepercayaan terhadap presiden FIFA
Situasi tersebut membuat hubungan antara FIFA dan UEFA semakin tegang.
Seruan Agar Infantino Mundur
Tekanan terhadap Infantino tidak hanya datang dalam bentuk kritik institusional.
Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, pada Jumat secara terbuka menyerukan agar Infantino mengundurkan diri.
Sikap tersebut menunjukkan semakin besarnya ketegangan antara kepemimpinan FIFA dan sejumlah asosiasi sepak bola Eropa.
Meski demikian, oposisi terhadap Infantino belum menjadi gerakan global yang solid.
FIFA masih mendapatkan dukungan kuat dari sejumlah konfederasi dan asosiasi di luar Eropa.
Meksiko Dan Amerika Selatan Dukung Infantino
Federasi Sepak Bola Meksiko mengambil sikap berbeda dengan badan regionalnya, Concacaf, dengan menyatakan dukungan terhadap Infantino.
Sikap tersebut sejalan dengan pernyataan Conmebol, badan sepak bola Amerika Selatan.
Conmebol menegaskan bahwa setiap upaya untuk mencopot Infantino harus dilakukan melalui proses pemungutan suara yang melibatkan seluruh 211 anggota FIFA.
Artinya, tekanan dari sejumlah negara Eropa tidak serta-merta dapat mengakhiri masa jabatan Infantino.
Baca Juga
Posisi tersebut menjadi penting karena kekuatan politik dalam FIFA tidak hanya ditentukan oleh negara-negara Eropa. Dukungan dari Amerika Selatan, Afrika, Asia, dan kawasan lainnya dapat menjadi faktor penting dalam mempertahankan posisi seorang presiden FIFA.
Afrika Masih Berdiri Di Belakang Infantino
Dukungan terbesar lainnya datang dari Konfederasi Sepak Bola Afrika atau CAF.