Ragam . 09/08/2026, 08:49 WIB
Meski demikian, Prof Iwa mengingatkan transformasi digital energi tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Ada sejumlah tantangan yang perlu disiapkan, mulai dari investasi awal, integrasi dengan sistem lama atau legacy system, keamanan siber, perlindungan data, hingga kesiapan sumber daya manusia.
Ia menekankan bahwa data menjadi salah satu aset utama dalam pengembangan AI dan IoT. Tanpa data berkualitas, kecerdasan sistem akan terbatas karena AI membutuhkan data untuk mempelajari pola dan menghasilkan prediksi.
"Keberhasilan implementasi teknologi modern ini memerlukan empat faktor kunci, yaitu ketersediaan data berkualitas, SDM yang kompeten secara berkelanjutan, infrastruktur digital yang andal, serta kolaborasi erat antara pemerintah, industri, utilitas, dan akademisi," tutur Prof Iwa.
Digitalisasi, kata dia, merupakan salah satu bagian dari perubahan besar dalam sektor energi. Transformasi tersebut berjalan beriringan dengan dekarbonisasi dan desentralisasi energi.
Karena itu, ia mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi ikut mengembangkan solusi digital yang dapat diterapkan pada sektor energi. ITPLN, kata dia, terus mendorong penguatan riset dan kompetensi mahasiswa agar mampu menjawab kebutuhan industri energi yang semakin terdigitalisasi.
Penerapan AI dan IoT pada akhirnya bukan sekadar soal menghadirkan perangkat pintar. Teknologi tersebut diharapkan mampu membangun sistem energi yang lebih efisien, prediktif, responsif, dan andal untuk mendukung transisi energi serta memperkuat kemandirian energi nasional.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id