Ragam . 07/08/2026, 08:40 WIB

Kejar PLTS 100 GW, Akademisi ITPLN Minta RI Tak Terburu-buru

Penulis : AdminFIN
Editor : AdminFIN

Sementara itu, tahap ketiga diarahkan untuk mengejar sisa sekitar 50 GW mulai 2035. Menurut Zulfikar, fase tersebut sangat bergantung pada perkembangan harga baterai dan derasnya aliran pembiayaan hijau.

"100 GW itu perlu dan bukan mustahil. Tapi kuncinya jangan buru-buru, mulai dari yang pasti, yang fondasinya kuat," ungkap Zulfikar.

Ia menilai pencapaian 25 GW pertama hingga 2029 atau sedikit bergeser dari target waktu bukan persoalan utama. Hal yang lebih penting adalah memastikan proyek yang telah disepakati benar-benar memiliki fondasi kuat dan segera memasuki tahap implementasi.

"Yang penting itu disepakati dan segera mulai jalan dulu," ucapnya.

Zulfikar menegaskan implementasi program tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah berperan sebagai regulator, sementara PT PLN memiliki posisi strategis sebagai operator sekaligus single off-taker listrik di Indonesia.

Dengan pendekatan bertahap, target PLTS 100 GW dinilai tetap dapat menjadi agenda jangka panjang transisi energi Indonesia. Tantangannya bukan sekadar menambah kapasitas panel surya, melainkan memastikan investasi, lahan, jaringan, penyimpanan energi, regulasi, dan permintaan listrik tumbuh secara beriringan.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id