KAI Ngebel KOM 2026 Debut Manis, 500 Cyclist dari Tujuh Negara Gerakkan Sport Tourism Madiun-Ponorogo

fin.co.id - 01/08/2026, 10:16 WIB

KAI Ngebel KOM 2026 Debut Manis, 500 Cyclist dari Tujuh Negara Gerakkan Sport Tourism Madiun-Ponorogo

"Tepuk tangan juga untuk Kota Madiun yang asyik banget. Terima kasih kepada Bapak Plt Wali Kota Madiun," katanya.

Tak lupa, Azrul menyampaikan apresiasi kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang mendukung penyelenggaraan event tersebut.

Pemilihan Kantor KAI Daop 7 Madiun sebagai lokasi start bukan tanpa alasan. Selain memiliki nilai sejarah, kawasan tersebut juga menjadi ikon Kota Madiun yang identik dengan industri perkeretaapian nasional. Bangunan bergaya kolonial itu menjadi latar yang menarik bagi ratusan cyclist sebelum flag off dimulai.

Dari titik start, peserta diajak melintasi Pahlawan Street Center, salah satu kawasan paling ikonik di Kota Madiun yang dihiasi miniatur berbagai landmark dunia, mulai Patung Liberty, Ka'bah, Merlion, hingga Menara Eiffel.

Selanjutnya rombongan menuju pit stop di UIN Kiai Ageng Muhammad Besari, Ponorogo, pada kilometer 54,5. Setelah beristirahat, peserta bergerak menuju titik start KOM Challenge yang hanya berjarak sekitar 2,5 kilometer dari pit stop.

Di sinilah tantangan sesungguhnya dimulai.

Para cyclist harus menaklukkan tanjakan sepanjang 15 kilometer menuju Telaga Ngebel di kaki Gunung Wilis. Meski menawarkan panorama alam yang indah dan udara sejuk, tanjakan menuju Ngebel tetap menghadirkan tantangan tersendiri.

Namun dibandingkan seri Mainsepeda lainnya, KAI Ngebel KOM justru menjadi event dengan karakter paling bersahabat. Total jarak keseluruhan tidak sampai 100 kilometer dengan elevation gain sekitar 830 meter atau hanya sekitar separuh dari Bromo KOM. Gradien maksimum mencapai 19 persen, tetapi secara keseluruhan masih cukup ramah bagi cyclist yang baru pertama kali mencoba event KOM.

Karena itu, Azrul menyebut KAI Ngebel KOM sebagai event KOM paling mudah dalam kalender Mainsepeda.

"Tim Mainsepeda bahkan memprediksi seluruh peserta mampu menyelesaikan rute tepat waktu. Enggak ada yang melampaui cut off time," ujarnya.

Meski ramah bagi pemula, atmosfer kompetisi tetap menjadi daya tarik utama melalui KOM Challenge.

Nama-nama tenar cyclist kategori elite turut turun di Ngebel KOM 2026. Mereka antara lain juara dan runner-up Bromo KOM 2026, Muhammad Abdurrohman serta Febrian Muhammad Rizky.

Persaingan di sektor Women Elite ada nama Cerlyn Novyta Sari, Maghfirotika Marenda dan Crismonita Dwi Putri.

Selain menghadirkan persaingan elite, KAI Ngebel KOM 2026 juga memperkenalkan kategori baru, yakni 21 and Under.

Kelas khusus pembalap berusia di bawah 21 tahun itu langsung mendapat sambutan positif dengan sekitar 40 peserta putra dan putri yang siap bersaing memperebutkan podium.

Sahroni
Sahroni
Penulis

Penulis senior di FIN.CO.ID dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di industri media. Spesialis dalam meliput dinamika dunia Sepak Bola dan inovasi Teknologi. Konsisten menyajikan analisis mendalam dan berita terpercaya sejak bergabung pada 2019.