Andra Soni juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah awal mengetahui kondisi kesehatan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.
Masih 79 Persen Belum Bergabung, Jadi Tantangan Besar
Meski manfaat Prolanis cukup besar, fakta menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat masih tergolong rendah.
Dari total 358.801 penderita penyakit kronis di Banten, hanya sekitar seperlima yang aktif mengikuti kegiatan Prolanis.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, rumah sakit, hingga puskesmas untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan penyakit kronis secara berkelanjutan.
Tanpa pengelolaan yang baik, penyakit kronis berpotensi menimbulkan komplikasi serius yang tidak hanya membahayakan kesehatan pasien, tetapi juga meningkatkan biaya pengobatan.
RSUD Banten Dukung Penuh Ajakan Gubernur
Dukungan terhadap peningkatan partisipasi masyarakat dalam Prolanis juga disampaikan Direktur RSUD Provinsi Banten, dr. H. Danang Hamsah Nugroho.
Ia menegaskan bahwa RSUD Banten mendukung penuh ajakan Gubernur Andra Soni agar para penderita penyakit kronis bergabung menjadi anggota Prolanis.
Menurut Danang, kegiatan Prolanis terbukti memberikan manfaat besar dalam membantu pasien mengendalikan penyakit sekaligus mencegah komplikasi yang lebih berat.
"RSUD Banten sangat mendukung ajakan Gubernur Andra Soni agar penderita penyakit kronis menjadi anggota Prolanis."
Baca Juga
Ia menjelaskan, melalui pendampingan rutin, peserta dapat memperoleh edukasi kesehatan, pemeriksaan berkala, serta motivasi untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat.
Menurutnya, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan jangka panjang.
Bagi masyarakat yang belum sempat mengikuti berbagai kegiatan Prolanis, dr. Danang memberikan saran sederhana namun sangat bermanfaat.